Her Name Is Tatyana

img-20161019-wa0000.jpg
cover by Aditia Yudis

Pernikahan bukanlah permainan catur.

Aku pernah janji mau mengulas buku “Potret” karya Aditia Yudis, salah satu serial terpopuler di situs storial.co. Lalu janji itu sempat terlupakan lantaran kesibukanku yang semakin menggila. Lalu teringat lagi setelah menyadari kesamaan situasiku sekarang dengan tokoh utama serial itu, Tatyana.

Ehem, mungkin kita bisa mulai dari plotnya. Potret bercerita tentang perjalanan Tatyana dan Saddam menuju hari pernikahan mereka. Selama itu, mereka menemui banyak rintangan dari (sebagian besar) saudara-saudara Saddam (dan ayah mereka). Semuanya berawal dari ucapan dingin Saddam saat makan mie di paviliun Tatyana: “Kita nikah, yuk.”

Baca selengkapnya

The Guy On The Train

Clotilde tahu bahwa melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan korset ketat itu sedikit menyesakkan. Menarik perhatian orang-orang juga. Tetapi, korset itu baru saja menyelamatkan hidupnya. Pada pertarungan melawan mafia lokal di Vladivostok, lebih jelasnya.

Jadi sebagai rasa terima kasih pada kain keras yang ditanami butiran berlian itu—Clotilde mengencangkan tali pengikat di punggungnya dengan bantuan cermin, lalu melapisinya dengan jaket kulit hitam yang tak kalah mencolok.

Aku terlahir sebagai pusat perhatian, batinnya. Ia meninggalkan kabinnya di gerbong kelas satu untuk bersosialisasi dengan penumpang lain. Ini penting karena perjalanan kembali ke Moskow akan memakan waktu seminggu lebih. Dari Moskow, ia berencana terbang langsung ke Lyon, markas besarnya, tetapi sebelumnya ia ingin menyegarkan pikiran dengan menikmati bentangan alam Siberia yang luas tak bertepi.

Tak banyak penumpang yang terlihat di gerbong-gerbong yang dilewatinya. Saat Clotilde memasuki lounge yang dipenuhi warna jingga semarak, hanya ada beberapa orang yang sudah duduk di dalamnya.

Mereka berasal dari daerah yang lebih jauh, pikir Clotilde sambil mencari sofa yang nyaman. Kota mana yang lebih jauh dari Vladivostok? Pyongyang?

Ia membayangkan bertemu orang Korea di gerbong ini. Namun ekspektasinya terlalu sederhana. Ia mendapati seorang pemuda dengan mantel abu-abu yang duduk di dekat jendela bersama setumpuk buku di sisinya. Clotilde memilih sofa di hadapan pemuda itu seperti insting alami. Pemuda itu mendongak dari buku yang dibacanya.

Baca selengkapnya

[Resensi Buku] Si Pagar Dan Cerita Lainnya

Tidak ada bukti memang, benda mati itu memiliki nyawa, namanya saja sudah benda mati, tentu saja tidak hidup seperti manusia. Tetapi, bagaimana kalau sebenarnya mereka memiliki perasaannya sendiri?

Berawal dari rintihan blog yang saban bulan enggak diisi dan banyaknya buku yang ngantri buat diulas, aku dan Chester sepakat untuk membuat ulasan buku “Si Pagar dan Cerita Lainnya” terlebih dahulu. Alasan pertama, buku ini adalah hasil karya teman-teman sesama penulis di situs storial.co. Alasan kedua, aku patut bangga karena mendapatkannya secara cuma-cuma (mental pemenang giveaway sejati, nih). Alasan ketiga, yah… Chester yang mau.

BTW Chester itu kacamataku. Dia senang membaca buku karya Shindy Farrahdiba dkk. ini karena menemukan teman-teman sesama benda mati yang kehidupannya unik-unik. Kehidupan Chester sendiri sangat datar karena pemiliknya sangat kalem dan pemalas. Jika bisa memilih kehidupannya sendiri, Chester pasti memilih menjadi kacamata milik seorang otaku yang kesehariannya menonton anime cewek-cewek moe atau bermain game online yang karakter heroine-nya warbiasa seksi.

Ehem, sekarang kita ke bukunya. Mulai dari mana, ya? Mungkin tema yang diangkat. Tentang benda mati. Jadi, cerpen-cerpen dalam buku ini kesemuanya mengambil sudut pandang dari benda-benda mati yang biasa mendampingi kehidupan manusia. Tema yang unik, ya? Cerita-cerita yang dihadirkan pun tak kalah unik. Ada sepuluh penulis storial.co yang kece-kece berkolaborasi di buku ini. Daripada penasaran mending kita bahas satu per satu cerpennya, oke?

Baca selengkapnya

[Review] My Neighbor Totoro

tonari-no-totoro-full-1835897
image source: zerochan.net
English: My Neighbor Totoro
Japanese: となりのトトロ (Tonari no Totoro
Type: Movie
Aired: Apr 16, 1988
Producers: Studio Fantasia
Licensors: Walt Disney Studios, GKids
Studios: Studio Ghibli
Genres: Adventure, Comedy, Supernatural
Duration: 1 hr. 26 min.
Rating: G – All Ages

 

Baca selengkapnya

Mencari Picolino–And Beyond

Sering dikatakan bahwa anjing adalah sahabat terbaik manusia, bukan, Hortense? Apakah karena kesetiaannya? Kurasa tidak. Ada makhluk yang lebih setia daripada anjing.

Mata kelam itu terbuka untuk pertama kalinya pagi ini. Ia mengerjap; merasakan kekosongan di sisi kiri. Tangannya meraba sepetak tempat yang kosong di ranjangnya, lalu melonjak; menyadari dirinya ditinggal sendiri.

“Picolino!” Ia berteriak separuh memaki. Tubuh kurusnya terisi penuh oleh energi. Cahaya mentari menembus jendela dan menerangi rambutnya yang sewarna jerami.

Ia berdiri, kemudian berlari. Pintu kamarnya terbuka lebar sejak tadi. Dugaannya, Picolino sudah meluncur ke dapur untuk mencari kudapan pagi.

Di ambang pintu, kakinya menginjak tali leher berwarna merah tua. Milik Picolino, anjingnya. Bertambah kesallah si gadis belia. Ia meneriaki anjingnya tanpa nada. Tungkai kecilnya tergesa-gesa menuruni tangga. Antara dapur dan ruang keluarga; ia memilih dapur sebagai tempat Picolino seharusnya berada.

Baca selengkapnya

Sore Itu Sebelum Hujan

Sore itu sebelum hujan, aku bermimpi bertemu dengan mendiang kakekku. Kakekku adalah seorang pria kecil yang bentuk wajahnya merupakan potret sempurna dari dr. Watson. Ketika tersenyum, seluruh bagian wajahnya ikut tersenyum. Bahkan ujung bibirnya yang tertarik akibat senyuman itu seolah membentuk senyuman sendiri, dan kerutan di sudut matanya membentuk tawa abadi.

Baca selengkapnya

[Resensi Buku] Time After Time

IMG_20160513_065509Lewat sebuah paket misterius, pintu masa lalu terbuka. Kau tiba-tiba saja diberi kesempatan menelusuri rahasia.

Akankah kau mengambil kesempatan yang mungkin hanya ada dalam dongeng belaka?

~~~

Sebenarnya waktu Gagas Media nerbitin 3 buku dalam serial time travel ini tanganku sudah gatal banget mau beli. Nggak nyangka juga Gagas Media bakal ngeluarin novel [semi] fantasi begini. Aku pun berpikir, wah, ini pasti sesuatu.

Baca selengkapnya

Maskapai Awan

Dengung kasar melintas di langit biru, di antara kepulan awan yang kami tatap dari teras rumah. Aku dan adik laki-lakiku sedang malas melakukan apapun di hari seterik ini, selain menerawang masa depan yang menggantung di atap Bumi.

“Itu Douglas,” adikku berkata. Dia mau jadi aviator seperti paman kami, tapi perjalanan ke sana masih jauh. Perjalanan ke koordinat Paman sekarang masih jauh.

“Mirip aligator,” aku memicingkan mata pada sebongkah awan, tidak menghiraukan ceracauan adikku.
Tak lama kemudian dengungan keras lainnya menelan kicauan burung di sekitar kami. Helikopter polisi.

“Apa ya, Kak, yang mereka lihat dari atas sana?” Adikku menengadah ke langit, menentang cahaya matahari. “Sepertinya enak jadi pilot.”

Aku tidak menjawab. Baru saja kutemukan awan berbentuk beliung.

Gelegar mesin jet menggetarkan udara, kaca-kaca jendela rumah kami berderak-derak.

“Tebak, Kak, Lion atau Garuda?” Adikku menyenggolku, tersenyum menantang.

“Citylink,” jawabku asal.
Hening lagi setelah burung besi raksasa hijau-putih itu lenyap ke balik awan. Tebakanku benar, adikku menepuk kening.

“Besok aku mau bikin maskapai sendiri: Arbi Air. Terbang antar negara bahkan benua,” adikku membusungkan dada.

Aku mendesah. “Tapi jangan terbang ke Samudera Hindia, ya, nanti susah nyarinya.”

 

Mengenang Penerbangan MH370.

 


Cerita mini ini pernah terpilih dalam CerMin mingguan Bentang Pustaka dengan tema “Pesawat” pada tahun 2014. Syaratnya cuma satu, tidak boleh ada kata “pesawat” di dalamnya.

24 Jam – Son of Déjà Vu part 2

Saddam sudah lama terjebak dalam ketakberhinggaan ini. Terkurung di ruangan ini, membaca halaman komik yang sama, menatap susunan awan yang sama, melihat purnama setiap malam tanpa melewati fase lainnya. Dia terikat di sini, sendirian, menjalani waktu yang membeku, tidak pernah bergerak lebih jauh daripada satu hari.

Dia sudah hidup di perpustakaan ini selamanya, dan satu-satunya penanda bahwa semua ini hanyalah pengulangan tiada akhir adalah garis-garis yang memenuhi lengan kirinya seperti kode batang.

Suatu hari, dia ingin mengakhiri kutukan ini. Baca selengkapnya

[Review] Boku Dake Ga Inai Machi

satorukayoEnglish: ERASED
Synonyms: The Town Where Only I am Missing, BokuMachi
Japanese: 僕だけがいない街
Episodes: 12
Aired: Jan 8, 2016 to Mar 25, 2016
Studios: A-1 Pictures
Genres: Mystery, Psychological, Seinen, Supernatural
Duration: 23 min. per ep.
Rating: R – 17+ (violence and profanity)

Overview

BokuMachi berkisah tentang Satoru Fujinuma, 29 tahun, tinggal di Chiba pada 2006, seorang mangaka payah sekaligus pengantar pizza. Ia memiliki kemampuan supranatural di mana ia dapat kembali ke beberapa menit yang lalu untuk menyelamatkan orang-orang di sekitarnya dari bencana. Satoru menyebut fenomena ini sebagai ‘Revival’.

Suatu hari, kematian ibunya memicu revival yang lebih besar, mengirimnya kembali ke tahun 1988, ketika ia masih kelas 5 SD di Hokkaido. Dalam dimensi waktu ini, Satoru harus menyelamatkan teman sekelasnya, Kayo, dari pembunuhan berantai yang dilakukan oleh pelaku yang sama dengan pembunuh ibu Satoru.

Baca selengkapnya