The Wall

the wall
image: lighthom.co

The wall; that’s all I’ve got to face now

Tall and thick, turning my painful screams to a dull squeak
Wherever I go now, or whenever I do
Everything I see is only an imaginary view

 

The wall—to tell you the truth—is just a side of a cube
That imprisones me inside, on the corner of my pride
It is beautiful, with gleamy Victorian patterns in the dark
And every single line becomes the cobweb in my mind

 

Then, in the universe beneath the wall
Where the cobwebs bend my fears of all
I get tangled by one in second, then trapped by another one the next second
Despite the endless space, I can find nowhere to move on

 

So I’m still standing here, against the wall
Let the emptiness cast a shade upon my soul
Whether it’s right or wrong
I’m always all alone

Come, you little idea.
Come to me in the silence of midnight.
It’s not about to chasing kites,
But catching the falling stars.

Purple Morning Light

Purple morning light
Reveals the dark of the night

I am awake and bid to run
To the dawn of the golden sun

Through the blinding fog, against the cold wind
I can’t see the clock, please keep me counting

I can feel my heartbeat, I can touch my vein
I don’t want to sleep again

Sun shines, river glows
Where fresh water of happiness flows

Sparkling water drops fall to the grass
With red leaves which cannot last

Birds wistle and let me dance
Spinning, jumping, reaching the highest branch

Never mind, for the blue sky is still smiling
But clouds crawl slowly to make it raining

No, it is too fast to be gone
Because I’m afraid to be alone

Hawamu

Telah mengering

cipratan hadirmu

dari aliran hidup

di nadiku

 

Telah menguap

wangi hawamu

melewati celah atap

loteng hatiku

 

Telah kosong

ruang hidupku

bening menerawang

terik matahari

Nyanyian Keletihan

Kubisa mencipta
pelangiku sendiri.
Kutatap langit berbulan
tersenyum indah.
Kucinta dia,
tapi dia tak peduli.
Oh, Tuhan,
aku lemah.

Dan letih…

Kuakan tertawa
memandang bintang-bintang,
jika ragaku tak terbuang.

Kuakan tersenyum
menantang matahari,
walau nafasku telah menyepi.

Dan pergi,
pergi…

Kutakkan menangis, kuberjanji.
Kusyukuri yang kumiliki.
Kutakkan paksakan cinta ini.

Kuakan tertawa
menyapa bintang-bintang,
jika ragaku ‘kan melayang.

Kutak mau tahu
dunia yang t’lah berlalu.
Kut’lah menjadi apa yang kumau.

Bergeming,
geming,
geming…
lagi.

Derai

Kota ini terlalu sempit untuk dilalui

Cuma ada deretan ruko dan jalanan tak berlampu

Kehidupannya pun terlalu kecil untuk dijalani

Bahkan sedikit banyak, tak bernyawa

Benar-benar tak bernyawa, tak ada jiwa

Yang seharusnya bisa kudapatkan untuk merisi raga

Yang terlentang menggigil di bawah siraman hujan

Yang derainya terdengar terlalu hampa

Yang membuat hati semakin rapuh dalam kesendirian

Karena tetes demi tetes melubangi lembutnya perasaan.

Lalu aku bertanya di bawah langit yang kelam,

“Mengapa dunia ini mengerikan sekali?”

Dan hembusan angin dingin pun berbisik,

“Karena kau belum menemukan cinta.”

Aku yang terperanga bertanya lagi,

“Kapan, dimana, dan bagaimana aku menemukannya?”

Angin berlalu, hujan pun terhenti

Ruangku menjadi begitu sunyi

Namun kebisuan terpecah

Oleh detak jam dinding yang tersenyum ramah

Ssst…diam. Dan dengar jam dinding akhirnya menjawab,

“Aku tahu, aku tahu.”

Hukum Mati

Di dalam ruang gelap
Aku terjerembab
Oleh bab-bab
Pasal-pasal
Ayat-ayat

Di dalam peti mati
Aku terkunci
Oleh dosaku sendiri
Tapi tak bolehkah aku
hidup sekali lagi?

Nyanyian Hujan

Tes…

Sebutir air jatuh dari langit.

Jam belum menunjukkan waktunya pulang sekolah.

Sementara di luar hujan telah menjadi.

Aku melihat ke arah bangkunya.

Akankah aku meminta tolong padanya?

Ini akan jadi momen yang indah.

Tapi aku takut.

Aku tidak pernah punya keberanian.

Meskipun aku menyayanginya.

Dan aku ingin selalu berada di dekatnya.

Tapi aku memilih untuk membisu.

Padahal ingin sekali kuungkapkan isi hatiku.

Dan hujan makin deras dan deras.

Bel akhir jam sekolah akhirnya berdering.

Dan dia berlalu tanpa peduli.

Dan kuputuskan untuk menunggu sekali lagi.

Semoga hujan akan turun esok hari.