Naskah Drama 6 Orang

Well I…

Aku sudah lama tidak membuka-buka dokumen di dalam laptopku dan ternyata masih ada sejumlah naskah yang tersimpan, baik yang sudah rampung maupun yang baru separuh dikerjakan. Sebagian besar berupa cerpen, dan sebagian sisanya adalah naskah drama yang dulu kubuat untuk keperluan sekolah.

Berikut ini adalah naskah drama Bahasa Inggris kelompokku saat mengikuti ujian praktek akhir. Judulnya “The Tale of Timun Mas”, aku sendiri mendapatkan naskah ini di internet dengan beberapa modifikasi cerita untuk memperpanjang dialog dan menyesuaikan dengan jumlah anggota kelompokku yang lebih banyak daripada jumlah tokoh inti pada cerita asli Timun Mas.

So, what are you waiting for? Read it ahead ^_^

Baca selengkapnya

Naskah Dialog Ibu dan Anak

Latar tempat digambarkan sebagai rumah yang nyaman dan santai. Malam belum terlalu larut. Suara jangkrik menambah ketenangan. Seorang ibu sedang duduk di sofa sambil merajut. Tak lama, anak gadisnya baru datang dan duduk di sofa sebelah ibunya.

Gadis : [mendesah lesu]

Ibu : [menghentikan pekerjaannya, beralih pada Gadis] Kenapa kok kayak orang putus asa gitu?

Gadis : Nggak ada deh, Bu. Cuma capek aja.

Ibu : Biasanya secapek apapun kamu, nggak kayak begitu bentuknya. [kembali merajut]

Gadis : Yaah… capeknya ditambahin sama kesel sehabis ngeliat status-status temenku di facebook.
Baca selengkapnya

Si Arip : DUEL

Duel Dua Kubu

Tika : Baiklah pemirsa, berjumpa lagi dengan saya, presenter kesayangan Anda, Rahmatika Luthfiana Sholikhah dalam Berita Sore. Nah, berita utama kali ini kami siarkan langsung dari lokasi kejadian dimana ada dua kubu, masing-masing adalah kubu gemuk dan kubu kurus yang sejak siang tadi menutup jalan untuk melaksanakan kepentingan mereka sendiri, yakni tawuran antar berat badan! Tapi sampai sekarang mereka masih duduk-duduk di pinggir jalan dan belum memulai tawuran mereka. Sementara barisan polisi anti huru-hara sudah berjejer rapi untuk mengamankan lokasi tawuran. Apa lagi yang mereka tunggu?? Baiklah langsung saja kita wawancarai pemimpin dari…Kubu Gemuk. Pak, dengan bapak siapa? (menyodorkan mic pada pimpinan Kubu gemuk, Kirul.)

Kirul : Pak, pak…nggak lihat saya ini masih anak-anak?!

Tika : I-iya…nak, siapa namanya? (dalam hati : suara bapak-bapak gini ngakunya anak-anak?!)

Kirul : Khairul Aswat. Mbak tau itu siapa? Itu yang nulis puisi “Aku”.

Tika : Itu Chairil Anwar!

Kirul : Kan mirip! Mo ngapain sih mbak ini, hah?

Tika : Sa, saya… (dalam hati: hii…serem kali orang ini, apa dibatalin aja kali ya? Eits, nggak bisa, ini kan siaran langsung, nggak bisa dicut, duh gimana iniiii!!!)…Saya dari redaksi Berita Sore. Gini Pak, eh Mas, eh Nak, sebenarnya ada apa ini? dari tadi pagi menutup jalan begini, orang-orang kan nggak bisa lewat. Apakah ini adalah aksi mogok makan, tawuran, atau gimana?

Kirul : Mogok makan?? Jangan salah, mbak, kalo mogok makan, gimana kami mau menang? Kami mau ngelawan kubu kurus yang ngejek-ngejek kami gembrot itu! (mengarahkan telunjuknya pada kubu kurus yang stand by di seberang jalan.)

Tika : Oh, jadi kalian mau hajar anak-anak yang ngejek kalian gembrot, ya? Saya mau gabung sama kalian kalo gitu! (terbakar emosi.)

Kirul : Bukan mau hajar mereka, mbak! Kami cuma mau ngebuktiin siapa yang terkuat, orang gemuk atau orang kurus!

Tika : Ooh…iya, iya…(dalam hati: belum mudeng nih gue.) Baiklah, pemirsa, setelah meminta komentar dari salah satu kubu yang akan bertarung, ada baiknya kita mintai keterangan dari para polisi, kenapa aksi yang hendak dilakukan dua kubu ini tidak dihentikan. Oke, Bu Polisi, namanya siapa, Bu? (mendekatkan mic pada Inspektur Yoan yang sedang bertolak pinggang.)

Naskah Drama 7 Orang

Untuk melihat naskah drama 3 orang, klik di sini.

Naskah drama ini sebenarnya merupakan ‘warisan’ kakak kelasku waktu SD. Ketika diadakan acara perkemahan Pramuka di sekolahku, kakak-kakak kelasku menyumbangkan sebuah penampilan untuk menghibur para peserta perkemahan. Setahuku mereka menyusun drama singkat ini secara spontan sehingga tidak ada naskah autentiknya (emang naskah pidato Proklamasi??)

Drama ini wajib diisi 7 pemain, tetapi dibutuhkan banyak pemeran figuran untuk memerankan murid-murid.

Inilah ketujuh pemerannya,

  1. Budi, siswa kelas 1 SD yang cukup tidak pintar. Nama tidak baku, bisa diganti Bejo, Lono, ataupun Angso.
  2. Adi, sang ketua kelas.
  3. Pak Guru, guru yang tidak lebih pintar dari muridnya.
  4. Ibuk. Sebenarnya baik, tetapi di drama ini diceritakan sedang marah-marah.
  5. Bapak.
  6. Abang.
  7. Kakek.

Dan beginilah dramanya,

Baca selengkapnya

Naskah Drama 3 Orang

Inilah naskah drama yang iseng-iseng kubuat atas permintaan seorang guruku. Beliau ditugaskan membina siswa yang mau ikut FLS2N tingkat kabupaten.

Pesertanya tiga orang.

Tema dramanya tentang pelestarian hutan.

Guruku sendiri punya banyak tuntutan yang harus kupenuhi dalam naskah drama itu.

Pertama, harus penuh pesan moral baik secara tersurat maupun tersirat.

Kedua, harus ber’cita rasa tinggi’. Tadinya aku bingung dengan istilah guruku itu. Beliau memang berjiwa seni tinggi.

Ketiga,harus mencantumkan ekspresi yang mewakili kata-kata, suasana yang membuat penonton larut, intinya, pertunjukan yang sangat mengesankan.

Oke, kucoba buat naskah sesuai permintaan guruku. Tapi setelah naskah selesai guruku memberitahuku tentang perubahan tema dan jumlah pemain, yang tentu saja membuatku patah semangat. Jadinya, naskah yang sudah susah-susah kubuat ini nggak berguna buat sekolahku T_T.

Check it out…

Baca selengkapnya

Naskah Drama Suku Anak Dalam

Suku Anak Dalam (SAD) adalah suku original daerah Jambi yang dibanggakan oleh kami sebagai warga Sarolangun, salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang khas oleh SAD-nya.

Saat ujian praktek Bahasa Inggris di sekolahku pun, aku mengangkat sebuah cerita rakyat daerah Sarolangun menjadi drama. Banyak yang kupelesetkan di dalam drama ini, tapi alurnya tidak berubah dari cerita aslinya.

Lihat dramanya di sini.

Drama Script “The Origin of Air Hitam”