[Giveaway] Less Than A Minute Ago

chgiveaway


Obrolan kita yang mana yang layak dijadikan prolog autobiografiku?

Mike

Mike, pertama-tama, kamu gak bakal bisa nulis autobiografi. Pikirin aja gimana caranya melewati hari esok. Saranku, tetaplah bernapas. Kedua, aku ingat satu obrolan yang menarik, tapi nanti aku kirim lewat e-mail aja.
Kara • 8 menit yang lalu

Halo, dalam rangka menyambut hari jadi salah satu karakter fiksiku, aku mengadakan giveaway berhadiah SENANDIKA PRISMA karya Aditia Yudis (@adit_adit) dan THE BLACK CAT AND OTHER STORIES karya Edgar Allan Poe.

Berminat?

Dalam giveaway ini, aku menantangmu untuk menuliskan potongan yang hilang di dalam buku CHILDHOOD’S HOUR. Kutipan cerita di atas diambil dari bab pertama buku tersebut. Jika diamati, kamu akan mendapati aliran waktunya dimulai dari ‘8 menit yang lalu’. Nah, tugasmu (ya, itu tugasmu) adalah tulislah prolog atau epilog cerita ini dalam aliran waktu ‘kurang dari satu menit yang lalu’. Menarik, bukan?

Ini ketentuan lainnya:

  1. Panjang cerita maksimal 1000 kata & boleh berformat narasi maupun epistolari.
  2. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu karya.
  3. Cerita boleh diterbitkan di @storialco atau blog/platform menulis lainnya, jangan lupa sertakan tagar #GACH pada buku atau postingan blogmu.
  4. Mention aku di Twitter dengan format: #GACH [kalimat promosi] [judul tulisan] @akaigita @StorialCo [tautan tulisan].
  5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 25 Februari hingga 17 Maret 2017 pukul 22.00 WIB.
  6. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Jumat, 24 Maret 2017 di www.storial.co
  7. Terbuka untuk peserta yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

Untuk keterangan lebih lengkap klik di sini.

Selamat menulis, teman-teman! Oh ya, kalau ada yang kurang jelas, silakan tanya-tanya di kolom komentar atau mention @akaigita di Twitter ^^

Pelayanmu yang patuh,

@akaigita

[Playlist] Childhood’s Hour

​Sampai tahun lalu (2015), aku selalu melengkapi ritual menulisku dengan playlist khusus. Playlist ini berbeda-beda untuk setiap proyek menulis, dan biasanya kubuat berdasarkan lagu apa yang sedang ‘in’ waktu itu, atau lagu dengan warna yang sesuai dengan mood cerita.

Untuk proyek menulis (ulang) cerita Kara dan Maik ini, karena waktunya bertepatan ketika Of Monsters And Men mengeluarkan album baru, maka playlist Childhood’s Hour didominasi lagu-lagu OMAM dari album “Beneath The Skin”. Berikut daftarnya.

Baca selengkapnya

[FF] Pensiun

Papa tak pernah bangun kesiangan, sekalipun ia mengakui terkadang ia menginginkannya. Hampir setiap jam ponselnya berbunyi—cuma nada pengingat, tapi lebih penting daripada seluruh panggilan telepon yang pernah diterimanya. Sarafku mulai terganggu dengan suara monofonik melengking ponsel tua itu.

Pernah sekali aku menanyakannya, “jika Papa pensiun, apakah ponsel Papa juga akan pensiun?”

Papa sedang mengatur pengingat untuk rapat di hari Sabtu. “Dia akan pensiun jika dia rusak.”

Nyatanya ponsel itu tak pernah rusak. Papa rela menghabiskan malam untuk men-service benda-benda yang mendukung pekerjaannya. Mobil, komputer, radio. Aku heran pernahkah sekali saja seumur hidupnya ia duduk tenang tanpa melakukan apa-apa? Maksudku benar-benar tidak melakukan apa-apa. Tapi gagasan itu membuatku takut. Aku harus melakukan sesuatu.

Baca selengkapnya

Shuichi Akai and Okiya Subaru (And All Aoyama’s Patterns)

Jreng-jreng…

Saya tahu postingan ini sudah out of date, tapi karena saya masih belum berkomentar apa-apa, maka hari ini saya akan angkat bicara.

Aoyama-sensei, please stop all this bullshit right now!

No, no, no.

Itu cuma teriakan dari hati yang merembes keluar dan nggak bisa ditahan. We start from this.

Kalian pasti sudah pada nebak dari dulu, kan? Kalau Okiya Subaru itu sebenarnya Shuichi Akai. Atau, kalau saya, nebaknya malah mereka kakak beradik (nebaknya salah banget). Sekarang telah terkuak bahwa adik laki-laki Shuichi Akai atau kakaknya Masumi Sera adalah (WARNING: spoiler) si cowok berkacamata berambut buntut bebek mantannya si polwan lalu lintas.

Let me show you.
Baca selengkapnya

[Reblog] Short and Sweet Advice for Writers – Try/Fail Cycles with Yes, But / No, And

Source: Short and Sweet Advice for Writers – Try/Fail Cycles with Yes, But/No, And

 

What a cute writing advice!

Buat kamu-kamu yang sedang belajar merangkai konflik atau berusaha menemukan pola di balik cerita-cerita yang ‘sukses’ menjalankan misinya, baca ini.

Pastikan kamu membawa buku tulis dan pena karena tanganmu akan langsung gatal untuk ‘menciptakan’ sesuatu 🙂

Oh, kalau kamu masih bingung dengan penggunaan Yes, but… atau No, and…, artikel di bawah ini memberi contoh yang mudah 🙂

http://thewritersaurus.com/2015/09/11/scene-and-sequel-the-scene/

[Reblog] Menulis Review Novel

Source: menulis review novel

Pas lagi getol-getolnya belajar bikin resensi untuk koleksi di rak bukuku, pas juga Mbak Jia Effendie nge-post dos-and-donts dalam menulis resensi buku. Tips yang bagus banget buat kamu-kamu yang ingin dunia tahu buku apa saja yang sudah kamu baca dan bagaimana pendapatmu tentang buku tersebut.

Intinya tetap, jaga etika. Tunjukkan kamu adalah pembaca yang bermartabat dengan menulis komentar yang bermartabat pula 🙂

Kecelakaan Pesawat yang Paling Banyak Memakan Jiwa

image

Karena akhir-akhir ini pemberitaan heboh dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines bernomor MH370, saya jadi tambah sering mencari info tentang pesawat terbang dan kecelakaan-kecelakaan terburuk yang pernah terjadi di dunia penerbangan. Berikut beberapa di antaranya yang saya kutip dari Natgeo Indonesia, Kompas, dan Tribunnews.

1. Dua Boeing 747 Bertabrakan
Tragedi ini terjadi pada 27 Maret 1977 di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Melibatkan pesawat dari maskapai Pan Am dan KLM. Jumlah korban tewas mencapai 583 orang, menjadikannya kecelakaan penerbangan terburuk di dunia.

2. Boeing 747 Menabrak Gunung Baca selengkapnya