[Cerpen] Jakarta Copenhagen

Ini bukan tipikal tempat yang gue senangi. Gue lebih suka ngebut melintasi Øresundbroen menuju Malmö daripada duduk-duduk bengong di Nyhavn.

Di sini, gue cuma bisa ngeliatin kano-kano yang tertambat diam di pinggir kanal serta deretan bangunan warna-warni yang bikin mata sakit. Plus, alih-alih kencan sama bule cantik, gue malah harus mengasuh salah satu keponakan kembar gue, entah Frank atau Luglini, yang tiba-tiba menyodorkan sebuah buku dan meminta gue membacakannya.

Sejauh yang tertulis di cover belakang, buku ini bercerita tentang tiga anak yang dibesarkan serigala.

Baca selengkapnya

[Cerpen] Rembulan dan Kota yang Kesepian

486361886

Pria yang memesan kopi hitam di sebelahku bernama Pierre.

“Bukan orang Prancis, sebenarnya,” dia menambahkan catatan kaki pada namanya, seolah-olah itu adalah merek detergen dengan formula khusus yang perlu penjelasan lebih lanjut.

Sesungguhnya, dia adalah manajer toko kerajinan keramik ini. Bisnisnya sudah dimulai sejak beberapa tahun silam, target pasarnya kala itu hanya sebatas pemilik-pemilik usaha konveksi, yang menyediakan jasa pembuatan suvenir pernikahan, syukuran, atau kampanye tokoh politik lokal. Sekarang, Pierre bilang, dia sudah mulai merambah ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Brunei.

“Kami mulai membubuhkan signature pada karya-karya kami,” ucapnya, dengan gerakan jemari sedemikian rupa saat meraih cangkir kopinya yang meyakinkanku bahwa ia tidak hanya pintar berjualan, tetapi juga berkarya dengan tangannya sendiri. “Kamu tahulah, seperti menambahkan motif tertentu atau warna tertentu.”

Aku sudah tiga tahun menjadi pelanggan toko keramik ini. Maksudku, aku sudah berkali-kali singgah di sini selama itu. Aku memperhatikan setiap desain produk terbaru yang dipamerkan Nice—temanku sekaligus pegawai toko ini. Aku menemukan apa yang disebut Pierre sebagai signature mereka; gagang mok dan cangkir yang bersimpul seolah-olah itu adalah tali atau pita, bukannya tanah liat yang mengeras. Sejujurnya, simpul-simpul sederhana itu membuat karya-karya pengrajin pemasok galeri ini menjadi manis dan feminin.

“Selain itu?” Pierre masih menyimakku. “Apalagi menurutmu nilai plus—atau minus—yang ada pada desain cangkir-cangkir kami?”

Kami. Sesungguhnya, penggunaan kata ganti itu membuatku iri dan berkecil hati. Di sini dia seperti menegaskan bahwa aku hanyalah orang luar; pengamat, dan bukan bagian dari tim kreatifnya. Oleh Nice, aku merasa diperlakukan lebih dari itu.

Makanya, aku tertawa.

“Aku bukan kritikus barang seni,” ucapku sopan. Sedapat-dapatnya aku tidak ingin menyelipkan nada sarkastis, karena bagaimanapun Pierre adalah pria yang sopan.

“Tapi setidaknya kamu spesial,” dia menunjuk mok berisi kopi susu di hadapanku. “Nice tidak menyuguhkan kopi kepada orang biasa. Dan siapa pun yang dianggapnya istimewa, istimewa juga bagiku.”

Baca selengkapnya

[Review] CRISIS: Special Security Squad

ogp

Information

Title: CRISIS | Also known as: CRISIS: Special Security Squad | Tagline: 公安機動捜査隊特捜班 / Kouan Kidou Sousatai Tokusou-han | Format: Renzoku | Genre: Action | Episodes: 10 | Broadcast network: Fuji TV / KTV | Broadcast period: 2017-Apr-11 to 2017-Jun-13 | Air time: Tuesday 21:00 | Theme song: I need your love by Beverly | Screenwriter: Kaneshiro Kazuki | Chief Producer: Kasaoki Takahiro | Producer: Hagiwara Takashi | Director: Suzuki Kosuke, Shiraki Keiichiro | Music: Sawano Hiroyuki, Kohta Yamamoto

Baca selengkapnya

[Review] Perfect Blue

perfect-1024English: Perfect Blue | Japanese: パーフェクト・ブルー | Aired: Feb 28, 1998 | Directed by: Kon Satoshi | Licensors: Manga Entertainment | Studios: Madhouse | Source: Novel | Genres: Dementia, Horror, Psychological, Drama | Duration: 1 hr. 20 min.

Baca selengkapnya

[Giveaway] Less Than A Minute Ago

chgiveaway


Obrolan kita yang mana yang layak dijadikan prolog autobiografiku?

Mike

Mike, pertama-tama, kamu gak bakal bisa nulis autobiografi. Pikirin aja gimana caranya melewati hari esok. Saranku, tetaplah bernapas. Kedua, aku ingat satu obrolan yang menarik, tapi nanti aku kirim lewat e-mail aja.
Kara • 8 menit yang lalu

Halo, dalam rangka menyambut hari jadi salah satu karakter fiksiku, aku mengadakan giveaway berhadiah SENANDIKA PRISMA karya Aditia Yudis (@adit_adit) dan THE BLACK CAT AND OTHER STORIES karya Edgar Allan Poe.

Berminat?

Dalam giveaway ini, aku menantangmu untuk menuliskan potongan yang hilang di dalam buku CHILDHOOD’S HOUR. Kutipan cerita di atas diambil dari bab pertama buku tersebut. Jika diamati, kamu akan mendapati aliran waktunya dimulai dari ‘8 menit yang lalu’. Nah, tugasmu (ya, itu tugasmu) adalah tulislah prolog atau epilog cerita ini dalam aliran waktu ‘kurang dari satu menit yang lalu’. Menarik, bukan?

Ini ketentuan lainnya:

  1. Panjang cerita maksimal 1000 kata & boleh berformat narasi maupun epistolari.
  2. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu karya.
  3. Cerita boleh diterbitkan di @storialco atau blog/platform menulis lainnya, jangan lupa sertakan tagar #GACH pada buku atau postingan blogmu.
  4. Mention aku di Twitter dengan format: #GACH [kalimat promosi] [judul tulisan] @akaigita @StorialCo [tautan tulisan].
  5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 25 Februari hingga 17 Maret 2017 pukul 22.00 WIB.
  6. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Jumat, 24 Maret 2017 di www.storial.co
  7. Terbuka untuk peserta yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

Untuk keterangan lebih lengkap klik di sini.

Selamat menulis, teman-teman! Oh ya, kalau ada yang kurang jelas, silakan tanya-tanya di kolom komentar atau mention @akaigita di Twitter ^^

Pelayanmu yang patuh,

@akaigita

[Review] Wolf Children

ookami_kodomo_no_ame_to_yuki_by_palo666-d6yyf38
Image source: DeviantArt

English: Wolf Children
Synonyms: The Wolf Children Ame and Yuki
Japanese: おおかみこどもの雨と雪 (Ookami Kodomo No Ame To Yuki)
Type: Movie
Aired: Jul 21, 2012
Producers: Madhouse, VAP, Dentsu, Yomiuri Telecasting Corporation, Kadokawa Shoten, Toho
Licensors: FUNimation Entertainment
Studios: Studio Chizu
Source: Original
Genres: Slice of Life, Fantasy
Duration: 1 hr. 57 min.
Rating: PG – Children
Baca selengkapnya

[Storial] She Is The Paradox

img-20170109-wa0006.jpgAnother heavy-class thriller in Storial. One of the best, I bet. Percayalah tidak ada yang tidak terpikat pada cerita ini sejak bab pertama. Dibuka dengan adegan pembunuhan yang cerdas, anggun, dan narasi yang dinamis, Narazwei sukses mengajak pembaca lintas genre untuk menceburkan diri dalam-dalam ke peliknya perpolitikan di negara pecahan Indonesia, Nusa Antara.

Kata Nara, tidak ada tokoh utama di cerita ini. Namun para pembaca menetapkan hati pada Forte, agen Carrier yang bertugas mengantarkan kematian. Kebayang kerennya kayak apa. Dengan keahlian seabrek dan kepandaian bersilat lidah, Forte jadi begitu seksi di mata para gadis. Tak terhitung berapa cewek yang desperate sama dia, kecuali Kara, gadis yang tinggal satu atap dengannya. Dia satu-satunya yang bikin Forte bersedia melakukan apa saja demi melindunginya.

Baca selengkapnya

[Review] Princess Mononoke

eyes_unclouded_by_yuumei-d8tcer2
Image source: DeviantArt

English: Princess Mononoke
Synonyms: Mononoke Hime
Japanese: もののけ姫
Type: Movie
Status: Finished Airing
Aired: Jul 12, 1997
Producers: Tokuma Shoten, Nippon Television Network Corporation
Licensors: GKids
Studios: Studio Ghibli
Source: Original
Genres: Action, Adventure, Fantasy
Duration: 2 hr. 10 min.
Rating: PG-13 – Teens 13 or older

Baca selengkapnya

[Playlist] Childhood’s Hour

​Sampai tahun lalu (2015), aku selalu melengkapi ritual menulisku dengan playlist khusus. Playlist ini berbeda-beda untuk setiap proyek menulis, dan biasanya kubuat berdasarkan lagu apa yang sedang ‘in’ waktu itu, atau lagu dengan warna yang sesuai dengan mood cerita.

Untuk proyek menulis (ulang) cerita Kara dan Maik ini, karena waktunya bertepatan ketika Of Monsters And Men mengeluarkan album baru, maka playlist Childhood’s Hour didominasi lagu-lagu OMAM dari album “Beneath The Skin”. Berikut daftarnya.

Baca selengkapnya