koe-no-katachi-560x320

English: A Silent Voice | Synonyms: The Shape of Voice, A Silent Voice: The Movie | Japanese: 聲の形 | Aired: Sep 17, 2016 | Producers: Shochiku, Pony Canyon, Kodansha, ABC Animation, Quaras | Studios: Kyoto Animation | Source: Manga | Genres: Drama, School, Shounen | Duration: 2 hr. 10 min. | Rating: PG-13 – Teens 13 or older

Sinopsis

Ishida Shouya menghabiskan setengah bulan belakangan ini dengan mencoba bunuh diri. Ia tidak bisa lagi menanggung rasa bersalah dan rasa sepi yang menderanya sejak sebuah peristiwa di masa SD.

Suatu hari di tahun terakhir SD-nya, seorang anak tunarungu pindah ke kelas Ishida Shouya. Ishida yang agresif dan blak-blakan risih dengan cara Nishimiya Shouko, anak baru itu, berkomunikasi dengan sekitarnya. Teman-teman sekelas Ishida yang lain juga merasa tidak nyaman dengan kehadiran Nishimiya, dan mulai mem-bully-nya.

Ketika suatu hari Ishida mencabut paksa alat bantu dengar milik Nishimiya hingga telinganya berdarah, sekolah menjadi gempar dan Ishida ditetapkan sebagai tersangka. Tak ada satu pun di antara teman-temannya yang mengaku telah merundung Nishimiya, membuat Ishida harus menanggung kesalahan mereka semua sendirian.

Dicap sebagai bully, Ishida menerima perlakuan yang sama persis seperti Nishimiya dan mulai menarik diri. Ia kemudian berhenti mendengarkan dan menatap wajah orang-orang dan menjadi penyendiri. Di sisi lain, ia juga belajar berbahasa isyarat, berharap bisa kembali bertemu dengan Nishimiya untuk menebus kesalahannya waktu kecil dulu.

Kesan

Sejujurnya, saya paling lemah terhadap cerita tentang bully dan penarikan diri. Di tiga puluh menit pertama menonton film ini, saya menangis, merasa apa yang terjadi pada Ishida relevan sekali dengan masa kecil saya. Saya kasihan sama Ishida, menyadari efek pengucilan yang diterimanya mengubah perilakunya sedemikian banyak (menyendiri, menolak menatap orang lain, menganggap diri sendiri selalu salah dan perlakuan orang lain adalah wujud pembalasan atas kesalahan itu).

Kalau ada yang berkata film ini overrated atau kebanyakan adegan nangisnya, sorry, saya termasuk pihak yang akan membela film ini karena alasan pribadi. Film ini memiliki pace yang tepat, tidak terlalu tergesa-gesa dan tidak pula terlalu loose. Tidak ada bagian yang ingin saya skip karena merasa bosan (mungkin efek dari merasa related sama Ishida dan ingin mengetahui apa yang terjadi padanya selanjutnya). Memang, ada beberapa bagian yang sepertinya main skip saja, tapi saya kurang tahu juga karena saya enggak baca komiknya. Lagipula, itu tidak terasa mengganggu.

Oh, ada nilai plus lain mengapa saya ngotot nonton film ini meskipun drama banget. Ini film produksi Kyoto Animation! Dan saya sudah lama kesengsem sama karakter-karakternya yang kawaii overload dan palet warna yang sedap dipandang mata.

Apa? Kamu penggemar Makoto Shinkai dan berpendapat dari segi plot serta sinematografi, Kimi no Na wa jauh melampaui kualitas Koe No Katachi ini? Maaf deh, saya enggak suka membanding-bandingkan karya seseorang dengan orang lain, karena manusia itu tercipta unik, ya kan? Saya juga suka Kimi no Na wa, tapi waktu nonton itu muka saya datar aja, enggak ada emosi yang berhasil menggerakkan saya.

Jadi, intinya, saya menyukai Koe no Katachi karena merasa senasib sama Ishida.

Saya memberi delapan dari sepuluh bintang untuk film ini. Untuk kekawaiian Nishimiya, untuk tungkai Ueno yang indah, untuk rambut kribo Nagatsuka yang epik, dan untuk depiksi yang jujur tentang persahabatan di dunia nyata yang dibumbui dengan kebencian dan kepura-puraan.

Iklan

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s