Ya, sekarang blog ini sudah menjadi wanita dewasa. Dia bukan lagi gadis remaja yang selalu mengejar waktu. Dia kini menjelma sebagai sang Waktu sendiri. 

*ditepok raket nyamuk*


Sebenarnya saya enggak sengaja buka wordpress hari ini karena ada pemberitahuan postingan baru dari situs yang saya ikuti di e-mail. Karena materi postingannya sedang membahas topik yang saya gandrungi belakangan ini, maka saya berencana menge-like dan mem-pingback. Tapi kemudian karena titik oranye pada ikon notifikasi lebih menggoda, akhirnya saya lupa postingan apa yang mau saya pingback tadi dan malah menulis postingan sampah ini, karena blog ini berulang tahun hari ini.
Tepatnya, ini ulang tahunnya yang keenam.

Enam tahun…

Waktu sudah berlalu sedemikian lama. Ketika membangun (?) blog ini, saya masih kelas sebelas dan lagi semangat-semangatnya di kelompok teater sekolah. Maka, saya membuat blog khusus untuk naskah-naskah drama sekolah dan dilengkapi daftar tautan ke situs-situs penyedia naskah drama remaja gratis lainnya. Saya juga kemudian menyelipkan beberapa cerpen yang saya tulis di bangku SMA ke blog itu, sebagai variasi dan filler blog supaya kelihatan lebih ramai isinya.

Namun, ternyata minat saya pada teater tidak bertahan lama. Saya, secara inkonsisten dan tak tahu malu malah memposting hal-hal absurd semacam prediksi akhir cerita Detektif Conan (postingan itu laris manis sampai saya tarik dari peredaran setelah terbukti prediksinya meleset jauuuuh). Saya juga memenuhi blog ini dengan postingan-postingan sampah lain yang sudah tidak ada bau-bau teaternya. Saya prihatin kalau mengingat kelabilan diri sendiri di masa lalu.

Setelahnya, blog ini berubah haluan lagi menjadi blog review buku amatiran, karena saya mulai menyukai novel-novel Indonesia dan berencana untuk stay update terhadap bacaan terbaru supaya blog ini tetap hidup. Tapi lagi-lagi saya melanggar komitmen sendiri tatkala saya mulai menulis review drama adaptasi Death Note.

Sampai di sini, isi blog saya sudah begitu beragam dan tidak fokus lagi. Tapi, saya pikir saya masih bisa merapikannya dengan menggolongkannya ke dalam empat kategori induk: naskah drama, fiksi, review, dan catatan bebas.

Akan tetapi, karena kalian sudah tahu sifat saya sekarang, isi blog ini bercampur lagi dan lagi. Semakin beragam dan random, dan saya bahkan tidak peduli lagi tentang konsistensi. Saya hanya menulis apa yang ingin saya tulis dan bisa saya selesaikan saat itu juga. Jika tulisan itu berhenti di tengah dan tidak saya lanjutkan lagi, saya akan dengan mantap menyimpan berkasnya jauh-jauh dari publik lalu melupakannya. 

Karena bagi saya, setiap awal harus memiliki akhir. Dan saya tahu tentang akhir bagi setiap tulisan yang tak terselesaikan: jangan pernah tampakkan.

Maka, jika blog ini terlihat begitu random bagi kalian, mungkin itu karena awalnya saya ingin mengembangkan sebuah sistem yang teratur (misalnya resensi buku setiap Jumat dan cerpen setiap Selasa) tetapi jiwa impulsif saya memporak-porandakannya dengan jaya seperti gempuran Sekutu atas Jerman di Normandia. Dan jika topik yang saya angkat pada setiap postingan terkesan dangkal dan tidak-ditulis-dengan-penuh-minat, itu juga karena jiwa impulsif saya yang begitu mudahnya bosan dan menyerah pada satu hal lalu melompat ke topik baru yang menarik hati untuk sesaat.

Jadi, sudah enam tahun blog ini mengudara. Ratusan pengunjung sudah singgah untuk melihat-lihat; ada yang numpang lewat lalu pergi tanpa permisi, ada pula yang memberikan umpan balik yang bernutrisi. Saya memahami, masih ada banyak PR untuk membenahi konten blog ini supaya lebih bermanfaat untuk para penduduk dunia maya lainnya, terutama anak-anak sekolah menengah atas (di mana jiwa saya masih tertinggal di sana).

Usia 6 tahun bukanlah usia muda lagi. Seorang anak sudah mulai mengenyam pendidikan di sekolah dasar, seekor kucing jantan yang merantau sudah pulang ke rumah, sebuah tunas sudah menjadi pohon, seorang mahasiswa sudah hampir di-DO, dan sebuah kota sudah berkembang pesat sejak terpilihnya walkot baru. Begitu pula seharusnya blog ini. Blogger-blogger lain yang memiliki opini kuat kerap berkomentar di postingan tertentu yang diisi dengan banyak imajinasi, yang membuat saya mau tak mau harus berubah menjadi lebih realistis. Ada juga usulan-usulan posting yang tidak pernah terpikir sebelumnya, yang mendorong kreativitas saya lebih jauh lagi (tapi sayangnya proyek kreatif itu tidak pernah selesai, haha). Saya sungguh berharap kehidupan dunia perbloggingan yang seperti ini tetap langgeng hingga peradaban manusia punah nanti (kok doanya seram).

Sekianlah dulu kata sambutan saya pada hari jadi Woman yang keenam ini. Sebenarnya saya ingin membuka sesi pertanyaan dan keluhan, tapi berhubung ini masih dalam suasana libur lebaran, saya ganti menjadi sesi maaf-maafan saja.

Pelayanmu yang patuh,

akaigita

Iklan

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s