ookami_kodomo_no_ame_to_yuki_by_palo666-d6yyf38
Image source: DeviantArt

English: Wolf Children
Synonyms: The Wolf Children Ame and Yuki
Japanese: おおかみこどもの雨と雪 (Ookami Kodomo No Ame To Yuki)
Type: Movie
Aired: Jul 21, 2012
Producers: Madhouse, VAP, Dentsu, Yomiuri Telecasting Corporation, Kadokawa Shoten, Toho
Licensors: FUNimation Entertainment
Studios: Studio Chizu
Source: Original
Genres: Slice of Life, Fantasy
Duration: 1 hr. 57 min.
Rating: PG – Children

Masih tentang serigala, minggu lalu aku menonton film ini. First impression: aku ingin memberinya nilai 11 dari skala 10.

Wolf Children bercerita tentang Hana, seorang mahasiswi yang jatuh cinta pada pria misterius yang kerap hadir di kelasnya saat kuliah. Pria ini bekerja sebagai sopir pengantar barang dan sering mengamati ‘isi’ rumah para pelanggannya. Later, ketika bibit-bibit cinta tumbuh, pria itu merasa harus mengatakan kebenaran tentang dirinya kepada Hana, bahwa sebenarnya ia adalah manusia serigala. Meskipun demikian, rasa cinta Hana semakin dalam kepada pria itu (yang bikin sebel, SIAPA NAMA PRIA SERIGALA INI???)

Kemudian dimulailah hidup Hana sebagai mama muda. Dari mulai ngidam, kehamilan yang bertambah besar, juga ketakutan bahwa ia mungkin saja akan melahirkan seekor serigala. Ia melahirkan sendirian di apartemen kecilnya, tanpa bidan atau dokter, hanya dibantu sang suami. Putri pertamanya lahir saat hujan salju dan dinamai Yuki. Setahun berselang, Hana melahirkan anak keduanya di tengah hujan, yang kemudian dinamai Ame. Keduanya mewarisi gen manusia separuh serigala dari ayah mereka.

Kematian mendadak si pria serigala membolak-balikkan kehidupan Hana, yang kala itu baru saja melahirkan Ame. Kenyataan memaksanya untuk membesarkan anak-anak ajaib ini seorang diri, mengurung mereka dari dunia luar yang menatap tajam padanya. Topik cerita yang sama dengan Disney’s Frozen.

Suatu hari, akibat kebisingan anak-anaknya yang kerap berubah wujud jadi serigala, Hana diusir dari blok apartemen. Ia kemudian pindah ke pedesaan di kaki gunung, jauh dari penduduk lainnya. Ia menggarap kebun sendiri, mengajak anak-anaknya menjelajah, dan terus menekankan mereka untuk tidak berubah wujud menjadi serigala di depan orang-orang. Ame, si bungsu yang melankolis, mulai memahami bahwa serigala itu dibenci manusia, and started to hate himself. Bagian ini bikin sedih. Lalu Hana bilang “aku suka serigala” untuk menghibur putranya.

Masalah demi masalah timbul seiring bertambah besarnya Ame dan Yuki. Tantangan terbesar baginya adalah, apa yang harus dilakukan saat serigala tumbuh dewasa? Namun, kegigihan, ketangguhan, dan kesabaran Hana benar-benar teruji. Ia terus berpikir positif dan merawat anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, seberat apa pun hidup yang dijalaninya.

Wolf Children mengangkat nilai-nilai kehidupan klasik tanpa berasa klise. Meskipun secara pribadi aku enggak suka Hana karena sejak ketemu sama si pria serigala kelihatan banget begonya, mau tak mau harus kuakui kekuatannya sebagai seorang ibu. Berkebalikan dengan sosoknya yang ringkih dan sifatnya yang lemah lembut, dia benar-benar tegar dan berkemauan keras. And keep smiling.

Seriously, she’s very inspiring.

Iklan

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s