img-20170109-wa0006.jpgAnother heavy-class thriller in Storial. One of the best, I bet. Percayalah tidak ada yang tidak terpikat pada cerita ini sejak bab pertama. Dibuka dengan adegan pembunuhan yang cerdas, anggun, dan narasi yang dinamis, Narazwei sukses mengajak pembaca lintas genre untuk menceburkan diri dalam-dalam ke peliknya perpolitikan di negara pecahan Indonesia, Nusa Antara.

Kata Nara, tidak ada tokoh utama di cerita ini. Namun para pembaca menetapkan hati pada Forte, agen Carrier yang bertugas mengantarkan kematian. Kebayang kerennya kayak apa. Dengan keahlian seabrek dan kepandaian bersilat lidah, Forte jadi begitu seksi di mata para gadis. Tak terhitung berapa cewek yang desperate sama dia, kecuali Kara, gadis yang tinggal satu atap dengannya. Dia satu-satunya yang bikin Forte bersedia melakukan apa saja demi melindunginya.

Uhuk…

Jadi, Carrier ini semacam lembaga rahasia yang mengerjakan misi-misi penting negara, seperti penyadapan dan pelenyapan orang-orang tertentu. Kali ini, misi mereka adalah mengacaukan pemilu presiden Nusa Antara. Mereka membunuhi ex warga negara Indonesia yang dipercaya masih membawa-bawa mental bobrok dari negara asal mereka dan berpotensi menghancurkan Nusa Antara dari dalam.

Nara benar-benar lihai menuangkan opini dalam dialog-dialog para tokohnya, menjadikan percakapan mereka tak hanya hidup, tetapi juga efektif dan sarat nilai. Wawasan Nara yang luas tentang beragam aspek kehidupan menjadikan buku ini berbobot dan menggugah. Dan, untuk menyeimbangkan pemikiran dalam ini, Nara menghadirkan kisah percintaan yang getir-getir sedap dan setumpuk adegan action menggelitik. Pokoknya, buku ini komplet dari A ke Z!

Tapi harus kuakui bahwa aku kurang puas dengan klimaksnya. Atonal, pengantar kematian yang sejak lama sudah diantisipasi kehadirannya, kurang memberikan sentakan akhir yang nendang. Padahal kalau diamati karakternya, Atonal ini berpotensi banget jadi nemesisnya Forte. Oh, terus juga ada bab-bab yang ‘loncat’ dan menjadi antiklimaks dari ketegangan yang sudah terbangun apik di bab sebelumnya. Kayak pas Forte masuk ke ‘sarang’ Ibrahim. Di bab berikutnya udah di rumah aja, bergulat dengan konflik baru melawan Kara. Tapi ya kayak yang pernah kubilang di ulasan Potret, cerita serial online memang susah sih. Enggak bisa berlarut-larut dalam satu masalah selama berchapter-chapter. Harus cepat move on. Meskipun demikian, harus tie up the loose end, enggak boleh juga meninggalkan misteri tak terjawab bagi pembaca, kecuali hal-hal sepele yang enggak ada hubungannya dengan plot.

Udah, itu aja sih. Dialog dan wawasan buku ini emang juara banget. Nara termasuk penulis yang supel dan cepat sekali belajar. Dengan genre gelap yang menjadi spesialisasinya, dia berhasil menarik perhatian banyak pembaca, sekalipun mereka tidak terbiasa di genre itu. Terbukti, hingga kini The Sound of Silence masih menempati jajaran buku terpopuler sepanjang masa di Storial.

Iklan

Satu pemikiran pada “[Storial] She Is The Paradox

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s