eyes_unclouded_by_yuumei-d8tcer2
Image source: DeviantArt

English: Princess Mononoke
Synonyms: Mononoke Hime
Japanese: もののけ姫
Type: Movie
Status: Finished Airing
Aired: Jul 12, 1997
Producers: Tokuma Shoten, Nippon Television Network Corporation
Licensors: GKids
Studios: Studio Ghibli
Source: Original
Genres: Action, Adventure, Fantasy
Duration: 2 hr. 10 min.
Rating: PG-13 – Teens 13 or older

Probably the best Ghibli film for me.

Biasanya kalau nonton film Ghibli selalu bosan dengan pembukaannya (pasti pindahan rumah), tapi film ini beda (meskipun Ashitaka kemudian pindah juga, tapi setidaknya enggak di awal cerita banget).

Princess Mononoke bercerita tentang konflik manusia dan alam. Di satu sisi, peradaban manusia semakin modern, eksploitasi kekayaan alam semakin gencar demi kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi di sisi lain, laju kerusakan alam meningkat drastis, menyebabkan para penghuni hutan marah dan menyerang desa-desa. Ketika desa tempat tinggal Ashitaka diserang oleh babi hutan yang dirasuki iblis, Ashitaka terkena kutukan. Oleh dukun desanya, ia disuruh hijrah untuk menemukan penawar kutukan itu, atau Ashitaka akan mati perlahan.

Berangkatlah Ashitaka ditemani rusanya (Yakult?) yang gagah dan setia. Di perjalanan, Ashitaka mendapati kutukan itu membuatnya sakti, tetapi di saat yang sama membusukkan daging dan tulangnya. Ashitaka bertemu Putri Mononoke pada pagi hari setelah ia membantu para pengendara sapi yang diserang Putri Mononoke beserta teman-teman serigalanya. Putri Mononoke yang misterius (dan ya Tuhan, seksi) menghilang ke dalam hutan, meninggalkan Ashitaka dengan rasa penasaran.

Karena Ashitaka telah berjasa menyelamatkan dua pengendara sapi anak buah Eboshi, pemilik pabrik besi setempat, ia pun diperkenankan menginap di benteng Eboshi itu. Eboshi sendiri adalah seorang wanita cerdas nan tangguh yang telah mengangkat harkat kehidupan banyak orang dengan mempekerjakan mereka di pabriknya. Namun, sejurus kemudian Ashitaka mengerti bahwa serangan babi iblis di desanya berhulu pada kegiatan penambangan pasir besi Eboshi ini. Dia membabat hutan tanpa ampun dan membuat para penunggu hutan marah dan berubah menjadi iblis. Disuruh tobat pun enggak mau (Eboshi: siapa elu tong, nyuruh-nyuruh ane tobat?)

Lalu, pada malam harinya, benteng Eboshi diserang oleh Putri Mononoke dan ketiga serigala putih. Yang bikin salut (sekaligus jengkel parah) adalah Ashitaka yang selalu netral, tidak memihak Eboshi maupun Mononoke, sampai ada anak buah Eboshi yang bilang “elu itu sebenarnya mihak siapa sih tong?”

Dalam pertarungan itu, Ashitaka terluka dan San (Putri Mononoke) pingsan. Ia berhasil keluar dari benteng Eboshi untuk menyelamatkan San dari eksekusi. Tapi ya… yang bikin ngeri itu darahnya. Ini film enggak ada imut-imutnya sama sekali, kental gore-nya malahan. Keadaan bertambah buruk ketika Eboshi and the gangs mendapatkan perintah untuk berburu kepala Dewa Rusa, dewa yang menyelamatkan Ashitaka saat terluka parah.

Satu hal yang kukagumi dari film ini adalah konfliknya yang semakin memuncak dan tiba pada klimaks yang benar-benar ‘pecah’ sebelum meluncur menuju resolusi yang bijaksana, enggak dipaksakan atau diada-adakan. Keadaan tidak bisa berbalik ke posisi semula, tercipta keseimbangan baru antara manusia dan alam. Yang kusuka lainnya, Ashitaka enggak jadian sama San (hahaha!). Enggak setiap hubungan romantis harus berakhir dengan jadian, kan? Karena ‘menjadi terikat’ itu menyusahkan. Enakan hidup bebas di alam seperti San (kepengin tos sama dia).

Waduh, sudah hampir 500 kata aja nih. Eike sih gitu, kalau ngereviu suka bablas, padahal isinya ngalor ngidul gak jelas. Skor MAL-nya eike bikin 9 dari 10. Tokoh kesukaan: jelas San dong. Kalau Ashitaka mah abu-abu gak jelas. Mungkin karena film ini dipenuhi hutan dan rawa dan makhluk-makhluk unyu, makanya eike semangat banget nontonnya.

Eh, kok jadi pake ‘eike’ sih? Berubah jadi bencong?

Yak, sekian dulu reviunya. Maklumlah, baru lahir kemarin, jadi film-film lama beginian baru bisa reviu sekarang, heuheu.

Iklan

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s