Dang… kita review buku lain di Storial, yuk. Kali ini ke genre thriller kelas berat. Aku pilih bukunya Triskaidekaman yang berjudul Custodivi Absconditum, yang artinya “rahasia yang tersimpan”. Unik ya judulnya? Penulis dari kalangan medis satu ini memang punya ciri khas dalam menamai tulisan-tulisannya. Enggak jauh-jauh dari bahasa Latin.

Custodivi (kita sebut begitu saja biar ringkas) bercerita tentang seorang penerjemah freelance, Jasmine Murdaya, yang punya keahlian khusus menerjemahkan dokumen-dokumen medis. Pacarnya, Rafael, adalah seorang dokter. Kami menjulukinya Abang Mie Tek-tek, karena memang suka beliin Jasmine mie tek-tek (yang sini sendiri belum pernah makan, cuma dengar-dengar aja dari orang lain).

Suatu hari, Jasmine bergabung dengan sebuah biro penyedia jasa penerjemah dokumen medis yang diketuai oleh Petra Gibraltana. Tugas pertama Jasmine adalah menerjemahkan dokumen kematian seorang WNI yang tinggal di Kanada, Denis Wiryandaru, yang tewas secara tidak wajar.

Dari job inilah, nasib Jasmine berubah seratus delapan puluh derajat. Bahaya mengancam dirinya dan orang-orang terdekatnya. Situasi memburuk tatkala terkuak bahwa kematian Denis bukanlah pembunuhan biasa. Kematian pasien pengidap kanker ginjal itu menyeret-nyeret sebuah perusahaan yang bergerak di bidang medis, Humanitech, dan sub-perusahaannya yang fokus dalam pengembangan teknologi kloning.

Sumpah, cerita ini serem banget. Lebih serem dari cerita-cerita hantu. Pembunuhan sadis terhadap orang-orang yang terlibat dalam penelitian kloning pun bergulir. Tanpa disangka, setiap orang dalam cerita ini memiliki keterkaitan tersendiri dengan kasus itu. Rahasia mereka terbuka satu per satu, dan pada akhirnya… BANG!

Oh ya, keunikan cerita ini adalah misteri-misterinya yang dijabarkan dalam bentuk epistolari, lewat transkrip chat di whatsapp, e-mail, surat-surat dan dokumen, juga rekaman-rekaman tersembunyi. Keuntungannya, bisa menutupi kekurangan dalam menjabarkan deskripsi dan worldbuilding ala-ala science-fiction yang ribet. Juga berandil besar untuk meningkatkan ketegangan dan teka-teki.

Kelemahan yang diwanti-wanti adalah lack of emotion and drama, tapi ternyata kalau dibaca dengan jeli, kita bisa meresapi pemikiran dan perasaan setiap tokohnya. Asyiknya percakapan whatsapp Jasmine dan Rafael, chat-nya Oliva dan Rafferty, rekaman konspirasi yang dipenuhi celetukan konyol, juga obrolan pada masa-masa Jasmine berduka.

Oh ya, ada keunikan lain di buku ini. Setiap babnya dinamai dengan istilah yang terdiri dari tujuh huruf, dan kalau setiap huruf awalnya dirangkai, akan muncul tulisan CUSTODIVI ABSCONDITUM. Sedangkan kalau setiap huruf belakang judul bab yang dirangkai, well, muncullah kalimat yang somplak banget. Pokoknya plot twist-nya seram sekaligus bikin kesel. Dalam artian positif lho, ya?

Si penulis juga melengkapi Custodivi dengan trivia panjang tentang referensi-referensi ilmiah yang menjadi dasarnya menulis thriller sci-fi ini. Dengan begitu kompleks-nya cerita ini, durasi setiap babnya bisa menyentuh angka 20 menit. Padahal durasinya menggembung karena tetek-bengek epistolari, sedangkan inti ceritanya sendiri enggak sampai sepanjang itu.

Kelemahan berikutnya, terlalu banyak tokoh dan setiap tokoh punya nama yang… er… kurang familier. Tapi, nama-namanya unik semua. Nanti kalau mau nulis sci-fi, minta saran aja sama Mama Rafael ini. Cadangan namanya buanyak dan enggak akan ditemukan di tempat lain.

Kelemahan lain yang relatif, mungkin topik yang diangkat ya. Hanya orang-orang tertentu yang dapat menikmati cerita ini tanpa bertambah botak. Kedokteran forensik berpadu biologi molekuler itu ibarat gajah bertarung dengan gajah, pembaca yang cuma pelanduk ini mati di tengah-tengah.

Singkatnya, Custodivi Absconditum adalah penelitian ilmiah yang disamarkan sebagai karya fiksi, hohoho.

9 pemikiran pada “How Did Denis Die?

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s