Akhirnya… keturutan buat baca novel Kak Prisca Primasari. Udah dari lama penasaran, soalnya Prisca ini identik dengan Rusia, Perancis, dan hal-hal yang muram tapi manis. Walaupun lebih pengin baca yang Love Theft, tapi karena dapetnya yang ini duluan, enggak apa-apa deh. Bonus tanda tangan pula, hihihi.

Berat rasanya mengakhiri novel ini. Suka sekali dengan realm-nya. Comical dan crooky. Mungkin karena aku sendiri suka dengan style Tim Burton dan Edgar Allan Poe, jadi membaca cerita ini berasa lagi di atas awan. Penokohannya pun unik sekali, terutama buat si Flynn yang sudah nongol di novel Prisca terdahulu ya.

Oke itu pembukanya. Sekarang ke jalan ceritanya. Tentang Gris dan Tulip yang sebentar lagi akan menikah. Ini kok pas banget sama kejadian sendiri. Gris punya hobi nulis horor, Tulip suka menjahit quilt. Jadi ngeri-ngeri sedap ketika tiba-tiba Gris yang pikun parah itu dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja karena salah menuliskan order cetak.

Beruntungnya, Tulip tipe yang care dan sabar banget. Setiap hari ia membantu Gris mencari lowongan kerja dan memberikan dukungan moral. Nasib Gris berubah ketika Tulip didatangi Flynn si pemuda iseng yang memberikan buku Edgar Allan Poe. Dari kartu nama yang terselip di buku itulah, petualangan Gris dan Tulip dimulai.

Seperti temanya, keajaiban, cerita ini ajaib banget. Setting lokal dengan nuansa Eropa kental ini di mataku berubah menjadi sureal. Manis dan gemesin sih, tapi rasanya akan lebih total kalau mengambil latar di Perancis atau Amrik sekalian. Terus juga, konfliknya enggak terasa ‘gawat’. Dengan Gris yang terancam tidak akan dapat pekerjaan sedangkan Tulip butuh biaya untuk penyakit bawaannya, ‘collision’ yang timbul terbilang anteng, ketutupan sama detail manis di rumah Jan Beauvoir, Kirana, juga sosok Flynn yang atraktif. Terus juga, karakter pelupanya Gris kurang kuat, enggak berpengaruh ke plot.

Itu saja sih kritikannya. Karena belum baca buku Prisca yang lain, jadinya enggak bisa menentukan apakah ini karya terbaiknya atau bukan. Yang jelas, sebagai bacaan santai, aku benar-benar terbuai dengan cerita ini. Malahan sebelum menamatkannya, sudah muncul ide untuk menulis. Inspiratif sekali! Kuharap segera bisa mengoleksi karya Prisca yang lainnya.

Tiga bintang buat novel ini! Satu untuk narasinya yang simpel tapi uhuy, bikin betah banget banget banget. Satu bintang berikutnya buat nuansa goth-lolinya (BTW, goth-loli itu nama fesyen ya, bukan genre, tapi apa boleh buat, pengetahuanku kepentok di gerbang rumah Willy Beauvoir, hehe). Satu bintang lagi buat…em…buat Gris atau Flynn, ya?

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s