orange_282015_film29_posterJapanese: オレンジ-
Directed by: Kôjirô Hashimoto
Based on manga serial by: Ichigo Takano
Release Date: December 12, 2015
Starring: Tao Tsuchiya, Kento Yamazaki, Ryo Ryusei, Hirona Yamazaki, Dori Sakurada, Kurumi Shimizu

Hal pertama yang terucap saat film ini kelar:

KAMPRET, GW NANGIS KEJER.

Scene pertama yang nusuk banget itu pas Kakeru menerima tembakannya Ueda. Eh, rasanya enggak. Pokoknya hal-hal yang semula tak terucapkan oleh Naho itu bikin aku sakit. Cerita dikit tentang masa SMA-ku, itulah yang terjadi. Ketika pada akhirnya semuanya berpisah, it’s been too late to tell him about the feeling.

So, why the heck did the movie break my heart into pieces is… it is fucking related to my own life. My teenage life, particularly.

Sekarang, setelah aku hapus air mata dan berpikir jernih, aku akan mengulas film ini dengan lurus (BTW, it is one o’clock in the morning). Orange bercerita tentang Naho Takamiya, seorang siswi kelas 2 SMU, yang di awal tahun ajaran baru, saat tengah menatap bunga sakura, mendapatkan sebuah surat dari dirinya versi 10 tahun lebih tua. Naho versi masa depan ingin menghapus penyesalan-penyesalan akibat kata-kata yang tak terucapkan dan perasaan yang tertahan pada Kakeru Naruse, seorang siswa pindahan yang menderita depresi akibat kematian ibunya. Naho percaya, dengan memperbaiki satu per satu penyesalan itu, ia dapat menyelamatkan Kakeru.

Udah, sinopsisnya sampai di situ aja, entar spoiler lagi.

Konsep cerita ini sebelas dua belas dengan manga/anime Boku Dake Ga Inai Machi-lah. Tampaknya sekarang anime itu akan jadi patokanku terus setiap kali mengulas cerita lain yang mirip-mirip. Bukan fanatik. Hanya saja ceritanya sudah terpatri begitu dalam di otak akibat sering diputar ulang. Sebenarnya juga sebelum nonton BDGIM aku sudah nonton Steins;Gate yang inti ceritanya juga sama, tapi karena bau sci-fi-nya terlalu tajam, aku enggak pernah menontonnya lagi. Lha, kok ini jadi nyasar ke Steins;Gate? Balik lagi ke Orange.

Orange merupakan adaptasi dari serial manga berjudul sama, yang dikarang oleh Ichigo Takano. Bergenre shoujo, adikku mulanya meledek kenapa tiba-tiba aku tertarik menontonnya. Biasanya tontonanku yang semacam Crows Zero. Aku juga tak berharap banyak. Minimal lebih bagus sedikiiit saja dari anime Shigatsu wa Kimi no Uso (Your Lie in April) sudah kuacungi jempol. Pasalnya, anime satu itu berhasil bikin aku males dalam…err…berapa episode waktu itu? Gara-garanya, terlalu banyak air mata, padahal enggak ada yang mengharukan. Nangis tanpa alasan yang jelas.

Nah, live action Orange ini sebenarnya juga gitu sih, too much tears, tapi eh buset aku ikut-ikutan nangis. Alur ceritanya tertata rapi. Enggak melulu adegan mengharukan. Pokoknya soal skenario, Orange ini bernilai 9 dari 10. Peletakan alur masa depan dan alur masa kininya juga pas, dan endingnya sangat bagusss. Asli tidak mengecewakan. Yang bikin kecewa, yah, Kakerunya

Konflik yang dihadirkan juga alami, khas anak-anak remaja, dan hubungan sebab-akibat dari satu kejadian ke kejadian lain itu mengalir mulus banget, walau aku sudah menebak—atau berharap—begitu. Adikku bilang konflik Kakeru dan ibunya itu melodramatis, tapi bagiku pas. Dia kayak pikun aja pernah berantem sama Mama gara-gara hal yang sama dengan Kakeru. Syukurlah ibu kami bukan orang yang mudah frustrasi kayak mamaknya Kakeru.

Apalagi ya…eh, aku sampai lupa nerusin cerita kenapa aku mau nonton film ini. alasan pertama, karena lagi pedekate sama Bang Kento. Kedua, cewek favoritku, Tao Tsuchiya juga main di sini! She’s a little girl with snowy voice. Tao adalah pengisi suara Satoru Fujinuma (dari BDGIM) versi kecil. Eh, lagi-lagi ngomongin BDGIM. Mentang-mentang anime kesukaan elu, Git.

Hal lain yang kusuka dari film ini mungkin background music-nya. Ya udah gitu aja.

Poin keseluruhan? 8,5 dari 10 deh. Aku suka akting anak-anak ini. Aktingnya Bang Kento sendiri malah kurang suka. Dia lebih pantes dapet peran jadi cowok macam L (versi dorama) daripada cowok rapuh yang…ugh…rapuh begini. Setrong dong, jadi laki! Selain itu, dari plot, setting, dan blah-blah-blah, semuanya suka. Semuanya terkesan natural, beda sama film-film live action adaptasi anime yang pernah kutonton sebelum ini (termasuk BDGIM juga). Dan masih penasaran ke mana perginya Kakeru di dunia paralel.

Astaga…seharusnya aku bikin review buat film Hotaru no Haka duluan, karena sudah kutonton duluan kemarin. Tapi syudahlah. It is now 1:45 am. Aku pamit dulu.

4 pemikiran pada “[Review] Orange

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s