satorukayoEnglish: ERASED
Synonyms: The Town Where Only I am Missing, BokuMachi
Japanese: 僕だけがいない街
Episodes: 12
Aired: Jan 8, 2016 to Mar 25, 2016
Studios: A-1 Pictures
Genres: Mystery, Psychological, Seinen, Supernatural
Duration: 23 min. per ep.
Rating: R – 17+ (violence and profanity)

Overview

BokuMachi berkisah tentang Satoru Fujinuma, 29 tahun, tinggal di Chiba pada 2006, seorang mangaka payah sekaligus pengantar pizza. Ia memiliki kemampuan supranatural di mana ia dapat kembali ke beberapa menit yang lalu untuk menyelamatkan orang-orang di sekitarnya dari bencana. Satoru menyebut fenomena ini sebagai ‘Revival’.

Suatu hari, kematian ibunya memicu revival yang lebih besar, mengirimnya kembali ke tahun 1988, ketika ia masih kelas 5 SD di Hokkaido. Dalam dimensi waktu ini, Satoru harus menyelamatkan teman sekelasnya, Kayo, dari pembunuhan berantai yang dilakukan oleh pelaku yang sama dengan pembunuh ibu Satoru.

Alur dan Plot

Baik anime maupun manga cerita ini dibagi menjadi lima babak, yaitu:

  • Babak 1: Tahun 2006, masa-masa Satoru menjadi orang payah dan sering mengalami revival kecil-kecilan.
  • Babak 2: Revival Pertama, tahun 1988, Satoru berupaya mencegah kematian Kayo, namun gagal.
  • Babak 3: Tahun 2006, pasca kematian Sachiko, Satoru menjadi buronan karena dituduh membunuh ibunya sendiri.
  • Babak 4: Revival Kedua, tahun 1988, Satoru mengubah taktiknya untuk menolong anak-anak lain yang akan segera terbunuh setelah Kayo, dan berakhir dengan Satoru tenggelam di sungai es sebagai korban percobaan pembunuhan.
  • Babak 5: 15 tahun yang hilang. Bagian inilah yang paling kentara bedanya antara versi anime dan manga. Dalam beberapa hal, aku lebih menyukai versi manga-nya. Versi anime-nya terasa sangat singkat atau dipaksakan untuk disingkat karena kejar target 12 episode.

Karakter

Satoru Fujinuma

Pada aliran waktu sebelum revival, Satoru adalah seorang pengantar pizza yang sedang berjuang menjadi mangaka. Ia hidup dengan banyak penyesalan, dan mantera yang sering ia ucapkan adalah “Andai dulu aku melakukannya.”

Ia adalah tipikal introvert yang peka terhadap keadaan di sekitarnya. Inilah mengapa kemampuan revival-nya berhasil pada banyak kasus.

Cerita manga yang ia tulis berkisah tentang Dewa Kematian yang ingin menyelamatkan seorang anak, namun salah perhitungan sehingga malah semakin banyak korban yang berjatuhan. Ini didasarkan pada usahanya untuk menolong teman SD-nya, Kayo, yang menjadi korban pembunuhan anak berantai di kampung halamannya di Hokkaido.

Kayo Hinadzuki

Teman sekelas Satoru saat kelas 5 SD, korban pembunuhan pertama. Pada revival pertama, Satoru berhasil memperpanjang umurnya selama 2 hari. Jika sebelumnya Kayo menghilang pada 1 Maret (X-Day, kata Satoru), maka setelah revival pertama ia jadi terbunuh pada 3 Maret.

Kayo adalah anak yang pemurung dan judes, digambarkan berjaket merah dan berambut pendek coklat. Ia adalah korban KDRT ibunya dan setiap hari Senin ia selalu terlambat masuk kelas. Selanjutnya diketahui bahwa setiap Sabtu ia disiksa hingga babak belur.

Setelah berteman dengan Satoru, sikapnya perlahan berubah. Kayo menjadi lebih ramah dan mudah tersenyum. Pikirannya juga menjadi lebih positif.

Sachiko Fujinuma

Ibu Satoru. Single parent. Pernah bekerja di stasiun televisi lokal. Satoru menjulukinya Youkai. Mindreader sejati. Tak pernah bisa melewati beberapa menit saja tanpa bertengkar dengan anaknya.

Terbunuhnya Sachiko adalah pemicu revival masif yang dialami Satoru, yang membuatnya terlempar ke tahun 1988 ketika Kayo masih hidup. Satoru yakin ibunya dibunuh oleh orang yang sama dengan yang telah membunuh Kayo, dan oleh karena itu ia bertekad untuk menemukan pelakunya serta mencegah kematian dari orang-orang terdekatnya.

Di tahun 2006, Sachiko digambarkan sebagai wanita paruh baya yang masih macho. Berambut bob, perokok, geraknya lincah, dan pemikirannya cemerlang.

Jun Shiratori

Satoru memanggilnya Yuuki-san, karena ketika Satoru kecil, si Yuuki ini selalu memberinya wejangan tentang keberanian (yuuki) padanya. Ia dikenal suka membuat pesawat dari kertas dan mendekati anak-anak yang bermain sendirian di taman.

Atas dasar itulah kemudian ia ditangkap karena tuduhan pembunuhan berantai dan sudah hampir dihukum mati pada tahun 2006, aliran waktu sebelum revival. Satoru yakin bukan Yuuki pelakunya, namun tak seorang pun mempercayai kesaksiannya.

Airi Katagiri

Partner kerja paruh waktu Satoru di Oasipizza. Masih SMA, penuh semangat, sedikit tomboi. Mengagumi Satoru, tapi yang dikagumi nggak ngeh.

Motto-nya adalah “Jika kamu mengatakan sesuatu berulang-ulang, suatu saat itu akan menjadi kenyataan”, which is the same thing that once told by Kayo in the first revival. Satoru memegang teguh kata-kata itu karena yakin kemampuan revival-nya didapat dari seringnya ia berpikir untuk mengulang waktu kembali.

Gaku Yashiro

Wali kelas Satoru saat kelas 5 SD. Tokoh kunci dari misteri pembunuhan berantai yang terjadi di Hokkaido 18 tahun silam. Sifatnya yang kebapakan membuat semua anak menyukainya. Pengagum cerita “Benang Laba-Laba” karangan Ryuunosuke Akutagawa.

Kenya Kobayashi

Bisa dikatakan, dia adalah sahabat terdekatnya Satoru. Cerdas, pendiam, misterius, dan tamvan. Dia menyadari perubahan perilaku Satoru setelah terjadinya revival, menyebutnya “seperti dirasuki kepribadian orang lain”.

Pada revival kedua, dia adalah partner in crime Satoru dalam upaya “menculik” Kayo, untuk menjauhkannya dari penyiksaan sang ibu dan cirenan si pelaku. Mereka menyembunyikan Kayo di sebuah bus bekas SD tetangga, yang kemudian diketahui menjadi markas sang pelaku sesungguhnya.

Progress

Bagian yang kusuka dari mengikuti sebuah cerita dari awal hingga akhir adalah progress para karakternya. Ada yang berkata bahwa tujuan utama adanya cerita yaitu mengubah tokoh-tokoh di dalamnya, entah dalam arti baik atau buruk.

Nah, dalam BokuMachi ini aku melihat progress besar itu, dan rasanya terharu banget. Contohnya saja Satoru, yang di awal cerita tampak madesu dan jutek pada semua orang, di masa revival-nya berubah menjadi bocah periang yang suka mengajak anak-anak penyendiri untuk bergabung di kelompoknya.

Sebelumnya, Kenya dan Kayo menandainya sebagai anak yang suka berpura-pura dan dingin pada lingkungan sekitarnya. Setelah revival, Satoru juga tersadar akan masa-masa damai saat menunggui ibunya memasak lalu berbicara tentang banyak hal selagi menyantap makan malamnya. Ketika itulah ia bertekad untuk menyelamatkan ibunya dari pembunuhan.

Aku rasa itulah inti dari cerita ini sesungguhnya. Memperbaiki hubungan Satoru dengan ibunya.

Musik

Hal menarik lainnya dari anime ini adalah musiknya. Lagu openingnya, “Re: Re:” dari Asian Kung-Fu Generation, selalu bikin kepalaku manggut-manggut. Asik banget. Lagu endingnya nggak kalah bagus. Bikin terngiang-ngiang. Sebagian BGM di dalam anime ini juga dibuat dengan melodi lagu ending-nya.

Nah, BGM-nya juga. Secara keseluruhan, aku menyebut rangkaian musik latar di anime ini “Cold, haunting, and vicious”. Terasa banget aroma beku dari tanah Hokkaido di akhir musim dingin dalam sound-nya. Beberapa track yang mellow memberi kesan hangat sekaligus harapan di tengah keputusasaan. Beberapa track lain terasa kejam dan mengiris hati. Track terbaik mungkin track #1 dan track #7, tapi aku paling suka track #6.

Rate

Sambutan untuk anime ini tinggi sekali dan terbukti ia menduduki posisi kedua top airing anime winter 2016 di My Anime List, di bawah Gintama yang emang uhuy tiada tandingan.

Aku sendiri memberinya rating 9 untuk segala kelebihannya, tidak jadi memberinya nilai sempurna karena ending-nya kurang geregets. Tapi sampai sekarang aku belum bosan mengulang-ulang setiap episodenya karena anime ini cute, sweet and sinister at the same time.

Aku suka nuansa beku dan persahabatannya, juga bagian thriller yang bikin sesak.

2 pemikiran pada “[Review] Boku Dake Ga Inai Machi

  1. Saya baru saja selesai menamatkan nonton anime-nya, dan kembali baca review ini setelah sebelumnya pernah baca sebagai pertimbangan saat direkomendasikan anime-nya.
    Saya suka bahasa yang digunakan dalam review ini, terkesan santai dan nggak kaku, apalagi penggunaan istilah gaul yang entah kenapa kerasa cocok banget, misalnya madesu. Haha.
    Pembawaannya juga bagus, review-nya sudah lumayan bikin yang baca jadi penasaran.
    Soal lagu opening dan ending-nya, saya setuju banget. Aah, tapi saya nggak begitu perhatian sama BGM-nya…
    Tapi, saya penasaran kenapa ending ceritanya dibilang kurang geregets. Memang mau greget gimana lagi nih? Saya aja udah kaget dengan 15 tahun yang hilangnya itu….

    1. Kalau baca komiknya duluan, kamu akan tahu kenapa saya bilang kurang greget. Endingnya doang sih, kalau aliran ceritanya tetep lebih bagus yang versi anime. Lebih tegang dan ‘jahat’.
      BGM-nya uhuy banget dalam membangun atmosfer cerita. coba kamu nonton pakai headset dan dengerin backsound-nya ihihi. Saran aja sih, dan itu pendapat pribadi, mungkin beda sama pendapatmu.

      BTW terima kasih sudah mampir ke blog ini :3

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s