76049l
Japanese: ワンパンマン
Episodes: 12
Aired: Oct 5, 2015 to Dec 21, 2015
Premiered: Fall 2015
Producers: TV Tokyo, Bandai Visual, Lantis, Asatsu DK, Banpresto, Good Smile Company
Licensors: Viz Media
Studios: Madhouse
Source: Web manga
Genres: Action, Comedy, Parody, Sci-Fi, Seinen, Super Power, Supernatural
Duration: 24 min. per ep.
Rating: R – 17+ (violence & profanity)

Jujur deh, waktu pertama ngeliat sampul anime ini nggak yakin banget sama karakter superheronya. Gundul, muka datar, bodi biasa-biasa aja, seragamnya norak pula. Bandingin sama anime-anime superhero lain yang berlomba-lomba membuat tokoh protagonisnya sekeren mungkin.

Weits, tahan dulu prejudice itu. Di sinilah kekuatan idiom “jangan menilai buku dari sampulnya” terbukti manjur. Saya pertama kali nonton episode dua, ketika Kota Z diserang segerombolan nyamuk sadis—ah, apa sih, yang sebenarnya ingin saya katakan itu adalah episode pertama kemunculan si Cyborg Kece bin Kesepian.

Episode dua bagi saya menjadi awal yang buruk karena bodi Bang Saitama yang nggak ada bagus-bagusnya sudah terpampang polos di depan mata. Tapi, ya ampun, pahlawan mana yang bisa membuat tubuh monster sebesar gunung hancur berkeping-keping dengan satu pukulan???

Dalam dua belas episode, anime ini berhasil membuat saya terbeliak, ternganga, tercengang, dan tertawa nggak ada hentinya. Action-nya begitu hidup dan bombastis namun nggak alay—padahal ada banyak hal yang nggak bisa dijelaskan secara logika.

Kealayan justru terletak pada musuh-musuhnya Saitama yang berukuran gigantis itu; banyak bacot kalau lagi pamer kekuatan. Padahal, sekali Saitama sudah capek dengerin pidato mereka, “Urusai!” Dueeeng. Mati deh. Nggak ada jurus-jurus ribet ataupun percakapan berbelit-belit.

Yang banyak omong itu justru si cyborg (iya, iya, namanya Genos). Waktu dia menceritakan masa lalunya, itu sampai capek ngedengerinnya. Sindirannya kena banget buat Naruto yang kalau sudah flashback saya sampai lupa sama alur cerita awalnya.

Makin seru waktu Saitama dan Genos mendaftarkan diri ke Asosiasi Pahlawan, tempat di mana para superhero lain dengan kekuatan luar biasa berkumpul. Kelas-kelas para pahlawan ini dibagi menjadi Kelas C, Kelas B, Kelas A, dan Kelas S. Yang Kelas S itu kalau di film X-Men setara dengan dr. Jean Grey, dah.

Nah, Genos, dengan kekuatannya yang duile banget itu, masuk ke Kelas S dengan gampang, meskipun di awal dia masih berada di peringkat buncit. Genos mengira sang guru (ia menobatkan Saitama sebagai gurunya) akan berada di kelas yang sama dan mendapat ranking lebih tinggi, namun rupanya Saitama hanya berada di Kelas C!

Ada satu pahlawan di Kelas C ini yang menarik perhatian saya. Well, dia berada di peringkat satu. Tebak siapa! Yep, Mumen Rider. Dia ini jadi pahlawan nggak ada hebat-hebatnya. Selalu nyaris terbunuh setiap kali beraksi. Tapi Mumen Rider memiliki kelebihan yang tidak dimiliki superhero lain, bahkan yang berada di Kelas S: HATI.

Yep, Mumen Rider itu rendah hati dan berjiwa ksatria yang sesungguhnya. Berkebalikan dengan superhero lainnya yang pongah nggak karuan. Yah, selain itu juga karena saya sudah dapat bocoran jauh-jauh hari sebelum One Punch Man tayang kalau seiyuu-nya adalah Yuuichi Nakamura. Jadi mau selemah apapun dia, tetap saya bela.

Banyak seiyuu keren yang main di sini. Ada Minami Takayama (seiyuu Conan; faktor lain kenapa saya maksa buat nonton anime ini) yang mengisi suara Child Emperor, ranking 5 di Kelas S (lagi-lagi bocah jenius yang sombong). Ada juga Mamoru Miyano tercintah yang mengisi suara si pahlawan ikemen yang menduduki ranking 1 di Kelas A. Yuuki Aoi yang punya suara kawaii juga ada, nge-dub Tatsumaki, tante-tante berambut ijo yang bising banget di peringkat 2 Kelas S. Yuuki Kaji, seiyuu-nya Eren Jaeger mengisi suara seorang ninja ultraalay di luar Asosiasi Pahlawan yang namanya aja sudah saya lupakan.

Also Kaito Ishikawa, yang suaranya masih terngiang di kepala saya sejak nonton Terror In Resonance, mengisi suara Genos si cyborg pirang. Tipenya Genos ini miriplah sama Nine, The Lost Soul, tapi tingkat intelegensinya beda jauh kayak bumi sama langit–dengan Nine sebagai langitnya.

Tokoh paling berkesan? Hm… semuanya punya keunikan masing-masing sih. Saya paling illfeel sama si Sonic-Sonic dan Pri Pri Prisoner, pahlawan homo dari Kelas S yang ewh banget.

Yah, karena sudah kepanjangan dan nggak ada satu poin pun yang penting dalam review ini, mending saya sudahi saja sebelum kealayan saya semakin parah.

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s