Original Title: 乱歩奇譚 Game of Laplace
Episodes: 11
Aired: Jul 3, 2015 to Sep 18, 2015; Summer 2015
Producers: Aniplex, Dentsu, Fuji TV, Lerche, Fuji Pacific Music Publishing
Genre: Mystery
Duration: 23 min. per ep.
Rating: R – 17+ (violence & profanity)

Dududu… Ini adalah anime kedua dari saluran Noitamina yang saya tonton setelah Terror In Resonance tahun lalu.

Genrenya lebih gelap dan kental lagi dari TIR, dengan mengadopsi karya dari bapak misteri Jepang, Edogawa Ranpo. Anime ini sendiri dibuat untuk mengenang separuh abad kematian penulis misteri klasik Jepang tersebut.

Tokoh-tokoh di dalamnya familiar sekali. Kogoro Akechi pastinya, dan si asisten detektif Kobayashi. Juga si pria bayangan dan si dua puluh muka. Semuanya merupakan inspirasi utama cerita Detective Conan, hanya saja dalam Ranpo Kitan ini tokoh-tokohnya dibuat lebih muda (dan alay).

Misalnya Kobayashi si murid SMP yang sering dianggap sebagai anak perempuan. Suaranya lembut dan perilakunya gemulai, tapi siapa sangka inner-nya lakki’ banget. Dia mengaku bosan dengan kedataran hidupnya dan baru merasa bersemangat ketika ada kasus pembunuhan sadis yang harus dipecahkan.

Kogoro Akechi tak kalah lakki’. Hobinya menenggak aspirin dan minum berkaleng-kaleng black coffee. Dia memang masih 17 tahun, tetapi sudah mendapatkan lisensi dari kepolisian untuk menyelidiki beragam kasus berkat kejeniusannya. Tak hanya jenius, Akechi juga jago berkelahi (bela diri andalannya, karate, ia pelajari otodidak dari internet). Semasa sekolahnya ia berkelahi demi menolong teman semata wayangnya, Namikoshi. Namikoshi ini tak kalah jenius dari Akechi, dan mengalami bullying tingkat lanjut dari teman-temannya.

Saya suka tipikal karakter Namikoshi ini walaupun ngalay abis, dari mulai gaya rambut, kostum, sampai kelakuannya yang bikin gempar Jepang. Gimana enggak, dia membuat rumus chaos theory untuk menyebarkan pengaruh si dua puluh muka yang merusak banget. Kalau ada Light Yagami pasti sudah jadi bangke dia sebelum rumusnya selesai.

Apalagi yang alay dari anime ini, ya? Ugh… Si Kadal Hitam. Susah ngelupain dia yang sadis bin masokis, yang bisa muncrat cuma dengan mendengar suara Akechi ketika menyuruhnya mati.

Tapi itu salah Akechi, sih, pengisi suaranya keren banget (Takahiro Sakurai). Pengisi suara Namikoshi juga kelewat keren, si Jun Fukuyama yang juga mengisi suara Koro-sensei. Fukuyama ini sering kebagian tugas mengisi suara tokoh yang punya kelainan psikopatik.

Ada juga pengisi suara L (Death Note) dan Shinichi Kudo (Detective Conan) di sini, Kappei Yamaguchi, tapi perannya benar-benar nggak penting: jadi boneka mayat.

Hm… What else? Oh, hati-hati buat yang berhati lembut karena banyak scene dalam film ini yang “mengganggu”. And last but not least, jangan mempraktekkan metode-metode pembunuhan dalam anime ini di rumah. Di jalanan boleh, hehehe😀

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s