Original Title: 月刊少女野崎くん (Gekkan Shoujou Nozaki-kun)
Episodes: 12
Aired: Jul 7, 2014 to Sep 22, 2014; Summer 2014
Producers: TV Tokyo, Frontier Works, Doga Kobo, Media Factory, AT-X, Sony Music Communications
Genre: Comedy, Romance, School, Shounen
Duration: 24 min. per ep.
Rating: PG-13 – Teens 13 or older

Saya tertawa perih saat menonton anime yang ini. Kenapa? Karena lawakannya menembus jantung saya berkali-kali, mengingatkan pada tragisnya kisah cinta saya di masa sekolah (ciye curhat).

Berawal dari kenekatan Sakura Chiyo untuk mengungkapkan perasaannya pada cowok super-jangkung yang menurut Chiyo paling keren di sekolahnya, Nozaki Umetarou.

Lalu moment rapuh itu berubah menjadi konyol ketika Nozaki malah memberinya tanda tangan, menyangka Chiyo adalah penggemar komik Shôjô karangannya (rupanya Nozaki ini seorang manga-ka).

Maka, dimulailah hari-hari Chiyo sebagai asisten Nozaki. Nozaki mengajak Chiyo ke rumah dan memberinya tugas mengerjakan versi beta dari naskah komiknya. Chiyo yang ikut klub seni lukis tak menemukan hambatan yang berarti dalam tugasnya. Malahan Nozaki memuji karya lukisnya yang ditempel di mading (yang membuat Chiyo salah paham mengira Nozaki sudah lama memperhatikannya).

Padahal kalau melihat tipikal Nozaki ini, nggak asik banget dijadiin pacar. Selain tinggi besar, ia juga bersuara dalam dan datar, jarang berekspresi, dan terlalu fokus pada pekerjaannya sampai ketika sakit pun dia meminta temannya datang untuk menggantikannya tidur, sementara ia harus mengejar deadline. Ia bahkan secara intens melakukan riset yang aneh-aneh sebelum menuliskan cerita komiknya, yang tak jarang menuai protes dari teman-temannya.

Selain Chiyo, Nozaki juga mempekerjakan asisten lain, yaitu Mikoshiba Mikoto (yang oleh Nozaki dengan khidmat dipanggil Mikorin). Karakter Mikoshiba ini kebalikan dari Nozaki. Populer di kalangan wanita dan pemalu abis (what a contradiction??).

Yang paling bikin illfeel itu sifat tsundere-nya dan kehebohannya kalau lagi panik. Namun, begitu berhadapan dengan naskah komik, Mikoshiba berubah menjadi maestro bunga-bunga. Ya, bidang keahliannya adalah melukis bunga-bunga di latar belakang komik shôjô.

Ada juga Hori-senpai yang bertugas dalam…dalam apa, ya? Lupa. Yang jelas dia hobi banget menggambar celana dalam di naskah komik Nozaki. Hori-senpai ini habitat aslinya di klub drama, musuh alami Kashima si pangeran sekolah. Padahal Kashima ini cewek, lho, tapi sering banget babak belur karena dihajar Hori-senpai.

Terus ada lagi Wakamatsu, bagian erasing. Yak, tugasnya cuma satu. Meng-ha-pus. Tapi waktu semua “asisten” Nozaki berkumpul di rumahnya, entah mengapa mereka secara otomatis menyembunyikan alat kerja mereka masing-masing. Jaga gengsi, mungkin.

Wakamatsu ini punya “crush” sama senandung yang kerap terdengar dari ruang klub musik, yang rupanya berasal dari suara Seo, teman sekelas Chiyo yang macam monyet lepas.

Selain mengikuti kisah kocak Chiyo dkk, di anime ini kita juga mau nggak mau mengikuti kisah tokoh dalam komik karya Nozaki, yang perwatakannya terinspirasi dari Mikoshiba dan Kashima.

Anime ini cocok banget buat ngilangin stres selepas ujian semester.

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s