English: Terror in Resonance
Japanese: 残響のテロル (Zankyou No Terror)
Type: TV
Episodes: 11
Aired: Jul 11, 2014 to Sep 26, 2014
Producers: Aniplex, Dentsu, FUNimation EntertainmentL, Fuji TV, MAPPA, Tohokushinsha Film Corporation
Genres: Psychological, Thriller
Duration: 22 min. per ep.
Rating: R – 17+ (violence & profanity)

Kayaknya saya lagi suka recount ke masa setahun silam, karena waktu itu saya lagi aktif nonton anime dan saking aktifnya nggak sempat ngepost di blog. Salah satu anime yang paling berkesan di hati saya tahun lalu (dan hingga kini) adalah Terror In Resonance.

Bercerita tentang dua remaja misterius yang mencuri plutonium di PLTU Aomori lalu mengebom gedung pemerintahan di Tokyo, anime ini sukses menyambar hati saya sampai gosong.

Hebatnya lagi, segala kepelikan dalam penyelidikan kasus teror di Tokyo itu dapat terakomodasi secara padat namun menendang dalam 11 episode saja. Setiap episode mampu menyuguhkan aksi, ketegangan, ledakan, dan masa lalu yang rapuh dalam proporsi yang pas. Tidak pelit juga tidak overdosis.

Karakter-karakter dalam anime ini juga membawa misinya masing-masing:
Nine yang dingin dan Twelve yang kekanakan ingin menyampaikan pesan kepada dunia tentang penderitaan mereka. Lisa yang menjadi korban bully di sekolah kabur dari rumah, merasa tak diinginkan lagi di manapun. Detektif Shibazaki ingin balas dendam atas mutasi yang menyebabkan ia turun pangkat menjadi petugas arsip markas kepolisian Tokyo. Five kembali ke Jepang untuk mengganggu rencana Nine dan meledakkan lebih banyak bom.

Misi mereka yang bertabrakan satu sama lain akhirnya pecah di tiga episode buncit, menciptakan akhir yang heart-breaking dan memuaskan untuk semua pihak. Ibarat dalam serial The Legend of Aang, mereka berhasil mengalahkan Raja Api, but in a more tragic way.

Hmm…kalau soal rating…saya kasih 8,9 dari 10,5 deh. Anime garapan sutradara sekaliber Shinichiro Watanabe ini memang tak luput dari kesalahan (dilarang beredar di Cina etc. karena mengandung unsur kekerasan), tapi singkirkan semua penilaian objektif dan nikmati saja ledakannya.

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s