Japanese: 氷菓
Episodes: 22
Aired: Apr 23, 2012 to Sep 17, 2012
Producers: Kyoto Animation, Lantis, Kadokawa Shoten, The Klock Worx, chara-ani.com, Animation Do
Genres: Mystery, School, Slice of Life
Duration: 25 min. per ep.
Rating: PG-13

Tahun lalu, sekitaran akhir Oktober seperti sekarang, adik saya memberi rekomendasi sebuah serial anime. Anime ini sendiri keluaran tahun 2012, sudah cukup lama. Judulnya “Hyouka”, yang kalau diterjemahkan menjadi Es Krim.

Unyu, kan? Ceritanya juga unyu banget. Meksipun tidak se-spektakuler serial anime laris semacam Naruto, Fairy Tail, ataupun Bleach, banyak media yang mengulas “Hyouka” karena karakter utamanya yang sangat khas, gambarnya yang ‘cantik’, dan BGM-nya yang klasik.

Tokoh utama anime ini, Oreki Hôtarô, terkenal dengan kebijakan menghemat energinya. Moto hidupnya:

Jika tidak perlu kulakukan maka tidak akan kulakukan. Jika aku harus melakukannya aku akan menyelesaikannya dengan cepat.

In a word: pemalas.

Kebijakan hemat energi Hôtarô perlahan-lahan tumbang setelah ia disuruh kakaknya masuk ke klub sastra SMA Kamiyama dan bertemu dengan Chitanda Eru yang cantik dan selalu penasaran.

Hôtarô tidak pernah bisa mengelak dari Chitanda. Pasalnya, jika dia mengelak, akan semakin banyak energi yang terbuang.

Nah, untungnya meskipun pemalas, Hôtarô ini diberkahi kecerdasan di atas rata-rata, meskipun kecerdasannya sama sekali tidak menolong pada saat ujian. Kecerdasan inilah yang membuat Chitanda berani meminta tolong pada Hôtarô untuk menyelidiki masa lalu keluarganya.

Jadi ceritanya, waktu Chitanda masih kecil, ia pernah bertanya pada pamannya, Sekitani Jun, yang juga alumni SMA Kamiyama. Chitanda tidak ingat lagi apa yang ditanyakannya waktu itu dan apa jawaban dari pamannya, yang jelas, Chitanda waktu itu menangis.

Tugas untuk Hôtarô: mencari tahu penyebab Chitanda menangis.

Kasusnya lucu, kan?

Nah, karena Hôtarô kewalahan menanganinya sendirian, ia pun mengajak dua teman lain di klub sastra, Fukube Satoshi dan Ibara Mayaka. Fukube ini punya simpanan pengetahuan yang luas dan menyebut dirinya database, sedangkan Mayaka itu agak sensian sama Hôtarô.

Mereka berempat pun menguak misteri asal-usul nama antologi “Hyouka” dan konspirasi di balik dikeluarkannya Sekitani Jun dari SMA Kamiyama 45 tahun yang lalu.

Secara keseluruhan, saya sangat terkesan dengan serial anime ini. Sederhana namun cantik. Panjangnya yang hanya 22 episode terasa kurang, tapi kalau dipikir-pikir sekarang, let Hôtarô’s story remains in mystery.

Meskipun kepolosan Chitanda dan imajinasi-imajinasi liar Hôtarô selalu memancing tawa gemas, tak bisa dipungkiri bahwa anime ini diselubungi aura misteri yang anggun and keep in the background until the end.

Seperti misalnya, keterlibatan samar Oreki Tomoe, kakak Hôtarô, pada semua kasus yang ditangani Hôtarô di sekolah. Tomoe sendiri adalah karakter yang misterius karena tidak pernah dinampakkan wajah utuhnya.

Juga tentang masa lalu Sekitani Jun.

Juga sosok-sosok tanpa kepala dan sosok bermata satu dalam imajinasi Hôtarô.

Suasana empat musim yang manis dan musik yang syahdu menambah nilai plus anime ini. Para pemula pun pasti langsung jatuh hati karena sosok Hôtarô ini tampan, pengisi suaranya (Nakamura Yuichi) pun keren. Mungkin ini adalah kompensasi untuk watak aslinya yang menyebalkan.

Jika disuruh memberi rating di myanimelist.net, saya beri nilai 7,8 dari 8,4 deh (nilai macam apa itu?)

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s