Papa tak pernah bangun kesiangan, sekalipun ia mengakui terkadang ia menginginkannya. Hampir setiap jam ponselnya berbunyi—cuma nada pengingat, tapi lebih penting daripada seluruh panggilan telepon yang pernah diterimanya. Sarafku mulai terganggu dengan suara monofonik melengking ponsel tua itu.

Pernah sekali aku menanyakannya, “jika Papa pensiun, apakah ponsel Papa juga akan pensiun?”

Papa sedang mengatur pengingat untuk rapat di hari Sabtu. “Dia akan pensiun jika dia rusak.”

Nyatanya ponsel itu tak pernah rusak. Papa rela menghabiskan malam untuk men-service benda-benda yang mendukung pekerjaannya. Mobil, komputer, radio. Aku heran pernahkah sekali saja seumur hidupnya ia duduk tenang tanpa melakukan apa-apa? Maksudku benar-benar tidak melakukan apa-apa. Tapi gagasan itu membuatku takut. Aku harus melakukan sesuatu.


Papa sudah mau berangkat kerja. Jadwal hari ini cukup padat. Rapat dengan atasan, menjadi trainer untuk karyawan baru, troubleshooting masalah di lapangan, dan malamnya bertemu partner untuk membahas proyek bahan bakar hidrogen yang menjadi hobinya.

Ia sudah memastikan kesiapan sepeda motornya. Bensin, tekanan angin. Fungsi rem. Kata Papa, sepeda motor membawanya lebih cepat sampai ke tujuan ketimbang mobil.

Lalu ponsel rentanya berdentang.

Pengingat lain.

Papa menghela napas. Apa lagi setelah ini? Ia terlihat jengah. Lihat! Ia sebenarnya juga lelah diatur oleh si ponsel tua renta itu!

Papa pun membuka pengingat itu. Di layarnya muncul tulisan:

Bukan aku yang berbunyi. Aku sudah pensiun.

Papa tersenyum. Ia meletakkan ponselnya di atas meja dan melepaskan helmnya. Ia berseru gembira, “ada yang mau menemani Papa membeli ponsel baru?”

Yes.

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s