image

Hawaii, tepi laut, ketika hanya tersisa segaris cahaya jingga di kaki langit,

Sasuke: Katakan, Sakura, apa yang kau sukai dari pantai? [menggenggam tangan Sakura]

Sakura: Mataharinya.

***

Gunung Bromo, kala fajar hendak menyingsing,

Sasuke: Lalu, Sakura, apa yang kau sukai dari gunung? [mendekap bahu Sakura yang gemetar karena kedinginan]

Sakura: Mataharinya.

Sasuke: ….

***

Washington, DC, pertengahan musim semi, di bawah pohon cherry,

Sasuke: Sakura, bagaimana dengan ini? Apa yang kau sukai dari pemandangan ini? [berjalan di belakang Sakura yang tengadah ke kanopi pohon]

Sakura: Mataharinya.

Sasuke: @!#%&

***

Tepi air terjun Reichenbach, tengah malam, bulan purnama,

Sasuke: Sekarang bagaimana, Sakura? Apa yang kau sukai dari tempat ini? Kau tidak mau bilang kau menyukai mataharinya juga, kan? [menyiapkan kunai di belakang punggungnya]

Sakura: [memandang kosong ke depannya] Mataha—

Sasuke: [bersiap mencekik Sakura] Yang benar saja! Aku sudah mengajakmu berkelana ke seluruh dunia dan kau hanya menyukai matahari! Tidak adakah—

Sakura: [menatap dalam] Sasuke… kau lihat, kan? Ketika malam tidak ada matahari.

Sasuke: [terengah] Lalu kenapa…!

Sakura: [menunjuk Sasuke] Tapi matahariku masih tetap ada. Segelap apapun dunia yang sedang kusinggahi.

Sasuke: [terperanga] Sa-Sakura… [tertunduk malu] baka-baka-baka! [memukul-mukul pundak Sakura]

TAMAT

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s