image

Genre: dorama, thriller, supernatural, psychological, police, action
Written by: Yoshihiro Izumi
Directed by: Ryûichi Inomata, Ryô Nishimura, Marie Iwasaki
Based on manga by Tsugumi Ohba & Takeshi Obata
Running time: 55-85 minutes per episodes
Episodes: 11
Aired: July 5 2015 – September 13 2015

Walah…

Inilah dorama pertama yang saya ikuti sampai tamat. Itupun karena sudah baca dan nonton anime-nya sih. Awalnya bingung lihat di situs berbagi film, ngapain Death Note yang sudah tamat di-remake lagi.

Oh, rupanya ini adalah versi dramanya. Beda dari live actionnya. Ada yang sudah nge-posting first impression mereka tentang dorama ini. Katanya Light dan L berubah total. Maka saya pun coba unduh episode pertama dan nonton.

My first impression:

GILAK INI MAH NAMANYA KEREEEN.

Walaupun alur secara garis besarnya masih sama dengan di manga dan anime, tapi perubahan karakterisasi tokohnya bikin gereget. Light yang di komik digambarkan cerdas, ‘mahal’, dan menjadi siswa teladan. Juga memiliki pemikiran radikal di balik sikap kalemnya. Tapi di dorama ini, Light hanya seorang mahasiswa biasa, hobinya ngidol, dan bekerja sambilan di kedai makanan. Dia ketakutan setengah mati saat bertemu Ryuk dan nangis saat pertama kali sadar bahwa dirinya sudah membunuh orang dengan buku itu. Very natural.

Perubahan besar juga terjadi pada L. L yang di komik terlihat suram dan autis, di versi doramanya malah bikin saya mimisan. Ganteng, euy! Alay pula, hahaha.

Yang saya suka dari dorama ini…buanyak deh. Saya aplausin sutradara dan penulis skenarionya yang berhasil memotong panjang cerita dari total 37 episode di anime menjadi hanya 11 episode di dorama tanpa kehilangan alur esensial cerita aslinya. Juga, ada aja yang bikin deg-degan di tiap episode, laju nggak bisa ketinggalan satu episode-pun.

Saya juga apresiasi akting Mas Masataka Kubota yang berhasil memerankan Light Yagami dengan brilian dan manusiawi. Akting Mio Yuki yang masih berusia 16 tahun juga patut diacungi jempol. Pasalnya, dia harus memerankan dua tokoh, Near dan Mello dalam satu tubuh. Dan peralihan kepribadiannya dari Near ke Mello itu bikin merinding.

Pokoknya banyak deh kejutan yang bikin tercengang. Tapi ya itu, nothing new di bagian ending. Ikatan batin antara Light dan L emang bikin muncrat (baca: mimisan) tapi tokoh-tokoh lain berkesan flat. Yang lucu ya Matsuda. Ryuk juga lucu sih, tampang serem begitu tapi kelakuannya ngehe. Untung diimbangi sama Rem yang stoic binti berwibawa.

Over all, saya kasih rate 7 dari 10 di IMDb. Andaikan sutradaranya berani bikin gebrakan dengan membuat ending yang berbeda, mungkin saya akan tambahin bintangnya🙂

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s