imagePenulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
Tebal: 438 halaman

Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.

Tagline inilah yang berhasil memikat hati adik saya lantas saya dibujuk-bujuknya untuk membeli novel seharga Rp75.000,00 ini. Lumayan mahal untuk kantong mahasiswa. Diktat dari dosen aja nggak semahal itu.

Karena Indonesia jarang menelurkan novel fantasi ataupun sci-fi, saya jadi penasaran seperti apa novel fantasi buatan Indonesia ini. Apalagi, penulisnya sekaliber Om Tere Liye. Saya tahu cara berceritanya masih akan sama dengan novel-novel Om Tere Liye sebelumnya, menggunakan sudut pandang orang pertama dan sarat pesan moral, tapi saya nggak nyangka dia berani melompat keluar dari genre yang biasa dia anut. Pasti seru ini. Maka “Bumi” pun saya bawa pulang.

Membaca episode–bab–pertama membuat hati saya tergelitik. Kita diperkenalkan pada Raib si anak yang biasa-biasa saja namun memiliki keistimewaan. Saya nggak rela melepas novel ini sampai saya tahu masalah apa yang akan dihadapi Raib setelah ia beranjak remaja dengan kekuatan supernya.

Secara garis besar, petualangan geng Raib ke dunia paralel lain itu menakjubkan. Trio Raib-Seli-Ali adalah trio yang pas. Terus saya bisa dengan jelas membayangkan bagaimana dunia tempat klan Bulan tinggal. Ide-ide tentang teknologi yang ada di dimensi itu dan akar konflik yang telah dimulai ribuan tahun silam juga terasa nyata, bukan sekadar dongeng dangkal. Pertarungannya juga seru. Plot twist di akhir bab juga nendang banget.
Pokoknya, novel ini keren sekali.

.

.

Singgg…

Ehem. Ya, itu baru kelebihannya. Sekarang kita bahas kekurangannya, anak-anak. Tentu saja tidak mengurangi rasa hormat saya pada Om Tere Liye yang karya-karya sebelumnya berhasil mengobrak-abrik hati saya.

Seperti yang dijanjikan, kekuatan Raib adalah “menghilang”. Namun setelah berada di dunia klan Bulan, kekuatan itu kelihatannya menghilang, digantikan oleh kekuatan lain yang sebenarnya sama okenya, tapi jadi nggak sesuai dengan harapan saya.

Waktu pertama mengambil novel ini dari rak best seller, saya membayangkan cerita tentang seorang gadis yang menghilang tanpa jejak dan orang tuanya mencarinya keliling kota. But of course don’t judge a book by its cover, eh?

Lanjut lagi. Pasti lebih menarik jika peperangan di buku pertama terjadi di dunia manusia, Klan Bumi, dan Raib mati-matian menggunakan kekuatannya untuk menghilangkan benda-benda yang berbahaya, seperti ketika dia menghilangkan tiang listrik demi menyelamatkan temannya. Kan judul novel ini “Bumi”, hehe.

Barulah di buku kedua, “Bulan”, mereka tersesat di dunia Klan Bulan. Di buku ketiga mereka berkunjung ke dunia Klan Matahari. Dan pada akhirnya di buku keempat mereka berhasil menemukan kembali Klan Bintang Terjauh, hehe. (Eh ini orang kepinteran banget ngatur-ngatur Om Tere Liye.)

Juga, durasi awal cerita ketika semuanya baik-baik saja itu terasa terlalu lama. Tapi nggak apa-apa, sih, setiap hari ada kemajuan baru dari kemampuan Raib. Konflik batinnya juga kurang ngena, sesuatu yang menonjolkan aura maskulin, bertolak belakang dengan karya-karya Om Tere Liye yang menggali sisi feminin.

But that’s good, though. Om Tere Liye berhasil menarik garis batas baru dalam pendekatan karya-karyanya. Bahwa menyebarkan pesan moral tak hanya bisa dilakukan dengan cerita menye-menye, tetapi juga bisa lewat novel full action seperti “Bumi” ini.

Ngomong-ngomong, saya beri empat bintang untuk novel ini. Satu untuk ide dasarnya yang fresh dan brilian. Satu untuk risetnya yang mendalam (siapa bilang menulis novel fantasi itu mudah?). Satu untuk keseruan hingga halaman terakhir. Dan satu lagi buat Ali yang reseh tapi ngegemesin.

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s