Untuk melihat naskah drama 3 orang, klik di sini.

Naskah drama ini sebenarnya merupakan ‘warisan’ kakak kelasku waktu SD. Ketika diadakan acara perkemahan Pramuka di sekolahku, kakak-kakak kelasku menyumbangkan sebuah penampilan untuk menghibur para peserta perkemahan. Setahuku mereka menyusun drama singkat ini secara spontan sehingga tidak ada naskah autentiknya (emang naskah pidato Proklamasi??)

Drama ini wajib diisi 7 pemain, tetapi dibutuhkan banyak pemeran figuran untuk memerankan murid-murid.

Inilah ketujuh pemerannya,

  1. Budi, siswa kelas 1 SD yang cukup tidak pintar. Nama tidak baku, bisa diganti Bejo, Lono, ataupun Angso.
  2. Adi, sang ketua kelas.
  3. Pak Guru, guru yang tidak lebih pintar dari muridnya.
  4. Ibuk. Sebenarnya baik, tetapi di drama ini diceritakan sedang marah-marah.
  5. Bapak.
  6. Abang.
  7. Kakek.

Dan beginilah dramanya,

Lonceng berbunyi dengan nyaring, para siswa kelas 1 SD segera memasuki ruang kelas mereka. Tak lama kemudian sang guru datang, dan dimulailah pelajaran pada pagi hari itu.

Adi : Bersiap!

[teman-temannya duduk rapi]

Adi : Beri salam!

Anak-anak : Slaaaamaaaat paaaagiiii Paaaak!

Pak Guru : Selamat pagi, anak-anak. Baiklah, hari ini kita akan belajar Matematika.

Anak-anak : Iya, Pak Guru!

Pak Guru : Sebelumnya saya mau nanya. Budi, satu tambah satu berapa?

Budi : Tidak tahu, Pak.

Pak Guru : Kamu ini bagaimana, Budi? Masa’ tidak tahu? Ya sudah, itu jadi PR kamu, besok kalau Bapak tanya kamu harus bisa jawab, mengerti?

Budi : [mengangguk kebingungan]

Sesampainya di rumah, Budi mulai mengerjakan PR dari Pak Guru, yaitu satu tambah satu. Tapi dia tidak tahu jawabannya, sehingga ia bertanya pada para anggota keluarganya di rumah itu.

Mula-mula ia menghampiri ibunya yang sedang mencuci baju sambil mengomel-omel tak menentu.

Budi : Buk, satu tambah satu berapa?

Ibuk : Palak bapak kau! [bangkit dengan marah dan hendak meluapkan omelannya yang lain pada Budi, tetapi Budi segera kabur!]

Budi segera beralih ke ruang tengah di mana sang kakek sedang duduk minum kopi dengan tenang.

Budi : Kakek, satu tambah satu berapa?

Kakek : Huenaak’e [menyeruput kopinya]

Budi merasa tidak puas dengan jawaban kakeknya, jadi ia pergi ke teras untuk bertanya pada bapaknya yang sedang sibuk menelepon seseorang.

Budi : Pak, satu tambah satu berapa?

Bapak : Oke, Boss! [sambil menghormat pada lawan bicaranya di telepon]

Masih tidak puas, Budi masuk ke kamarnya dan bertemu abangnya yang sedang menghidupkan musik keras-keras sambil berjoget-joget.

Budi : Bang, satu tambah satu berapa, bang?

Abang : Michael Jackson, yeah! [tetap sibuk berjoget Moon Walker]

Keesokan harinya,

Lonceng kembali berbunyi nyaring. Budi memasuki kelas dengan teman-temannya. Tak lama kemudian, Pak Guru masuk dan menagih jawaban Budi.

Pak Guru : Jadi, Budi, kamu sudah menyelesaikan PR yang saya berikan?

Budi : Sudah, Pak.

Pak Guru : Berapa satu tambah satu?

Budi : Palak Bapak kau!

Pak Guru : [naik darah] Kurang ajar! Saya pukul kamu!

Budi : Huenaak’e…

Pak Guru : [menunjuk ke luar kelas] pergi kamu sana!

Budi : Oke, Boss!

Pak Guru : [lelah] siapa yang ngajarin???

Budi : Michael Jackson!

3 pemikiran pada “Naskah Drama 7 Orang

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s