Kubisa mencipta
pelangiku sendiri.
Kutatap langit berbulan
tersenyum indah.
Kucinta dia,
tapi dia tak peduli.
Oh, Tuhan,
aku lemah.

Dan letih…

Kuakan tertawa
memandang bintang-bintang,
jika ragaku tak terbuang.

Kuakan tersenyum
menantang matahari,
walau nafasku telah menyepi.

Dan pergi,
pergi…

Kutakkan menangis, kuberjanji.
Kusyukuri yang kumiliki.
Kutakkan paksakan cinta ini.

Kuakan tertawa
menyapa bintang-bintang,
jika ragaku ‘kan melayang.

Kutak mau tahu
dunia yang t’lah berlalu.
Kut’lah menjadi apa yang kumau.

Bergeming,
geming,
geming…
lagi.

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s