Kota ini terlalu sempit untuk dilalui

Cuma ada deretan ruko dan jalanan tak berlampu

Kehidupannya pun terlalu kecil untuk dijalani

Bahkan sedikit banyak, tak bernyawa

Benar-benar tak bernyawa, tak ada jiwa

Yang seharusnya bisa kudapatkan untuk merisi raga

Yang terlentang menggigil di bawah siraman hujan

Yang derainya terdengar terlalu hampa

Yang membuat hati semakin rapuh dalam kesendirian

Karena tetes demi tetes melubangi lembutnya perasaan.

Lalu aku bertanya di bawah langit yang kelam,

“Mengapa dunia ini mengerikan sekali?”

Dan hembusan angin dingin pun berbisik,

“Karena kau belum menemukan cinta.”

Aku yang terperanga bertanya lagi,

“Kapan, dimana, dan bagaimana aku menemukannya?”

Angin berlalu, hujan pun terhenti

Ruangku menjadi begitu sunyi

Namun kebisuan terpecah

Oleh detak jam dinding yang tersenyum ramah

Ssst…diam. Dan dengar jam dinding akhirnya menjawab,

“Aku tahu, aku tahu.”

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s