Ooo…kukira aku ini seorang pecundang yang tak berguna, dan pengangguran, dan bodoh.

Tapi hatiku sedikit terhibur oleh suatu kejadian pagi ini, saat ayahku sedang sibuk mengurusi bisnis di meja ruang tengah, sementara ibuku sibuk mencari jepit kuku yang entah sejak kapan telah menghilang secara ajaib dari rumah.

Seperti kemarin, rumah tropisku yang tadinya lengang mendadak heboh seperti Stadion Metalist di Ukraina yang menjadi salah satu tempat penyelenggaraan EURO 2012. Yah cuma gara-gara mencari benda kecil dari logam yang lenyap ditelan perabotan rumah itu.

Aku sebagai orang bodoh yang ceroboh dan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus kehilangan di rumah, lagi-lagi dikambing hitamkan, menjadi ember penampung kemarahan Papa dan Mama yang sama-sama tak mau membelaku. Dan aku bermaksud berbagi kesedihan ini dengan adik tengahku yang juga ceroboh dan cuek seperti aku. Kutanyai dia,

“Dek, lihat jepit kuku?”

“Entah, dari kemarin aku juga nyariin, tapi nggak ketemu-ketemu. Kemana sih perginya?”

Oh, kau membuat gunung berapi di dalam tubuhku bersiap membuncah!

semua orang menyudutkanku seolah akulah yang telah menelan jepit kuku itu, sebagaimana dulu waktu aku berumur delapan bulan aku pernah dituduh menelan cincin emasku di sebuah acara pernikahan.

Dengan kesal dan juga…hopeless…aku mulai membuka-buka laci bufet hanya sekedar memenuhi formalitas yang ditetapkan ayahku untuk ‘mencari’. Padahal aku sungguh-sungguh tidak ingin mencari benda jahannam itu meskipun sebenarnya aku juga sedang butuh untuk memotong kuku-ku.

Dan!

Lihatlah apa yang kutemukan, bodoh. Aku mendapati dua jepit kuku yang dicari sambil marah-marah oleh ibuku itu di laci pertama yang kubuka. Oh, syukurlah! Setidaknya aku telah menjadi pahlawan pagi ini meskipun mereka jelas-jelas tak mau menyebutku begitu. Dan juga setidaknya menghapus mitos anehku sebagai penelan benda logam kecil yang disinyalir sebagai rahasia kepintaranku selama sekolah dulu.

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s