Sekarang kayaknya bukan jaman dongeng-dongengan lagi. Dongeng Kancil dan Buaya pasti udah ngebosenin banget, apalagi Malin Kundang dan sejenisnya. Anak jaman sekarang mah, main logika. Tapi dongeng yang satu ini pasti kena di logika, walaupun asal.

Dikisahkan, pada zaman dahulu, sapi masih berkulit kencang. Kumpulan sapi hidup di hutan bersama kumpulan hewan lainnya. Suatu hari, penduduk hutan mengadakan pertandingan sepak bola dengan penghuni hutan seberang. Maka diadakanlah perhelatan liga hutan selama beberapa hari, hingga yang bertemu di final adalah kumpulan sapi melawan kumpulan kerbau dari hutan seberang. Banyak penghuni hutan yang tidak yakin kesebelasan sapi bisa memenangkan final karena para kerbau memiliki tubuh lebih besar dan kekar.

Tapi bagaimanapun, pertandingan final pun diselenggarakan.  Pertandingan berlangsung sengit. Baik kesebelasan sapi maupun kerbau sama-sama hebatnya. Bahkan hingga first halftime habis, skor masih kosong-kosong. Karena cuaca cukup terik, baik kesebelasan sapi maupun kerbau pun membuka baju mereka dan diletakkan di pinggir lapangan.

Pertandingan pun kembali dimulai. Namun mendadak langit menjadi gelap, halilintar menyambar-nyambar, dan hujan turun dengan deras. Para penonton berhamburan lari, begitu pula kedua kesebelasan yang sedang bertanding. Mereka buru-buru keluar lapangan dan mengambil baju-baju mereka tanpa memilih-milih lagi.

Ya, walhasil, kerbau dapat baju sapi dan sapi dapat baju kerbau. Makanya sekarang kulit kerbau kencang sementara kulit sapi kendur.

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s