Tes…

Sebutir air jatuh dari langit.

Jam belum menunjukkan waktunya pulang sekolah.

Sementara di luar hujan telah menjadi.

Aku melihat ke arah bangkunya.

Akankah aku meminta tolong padanya?

Ini akan jadi momen yang indah.

Tapi aku takut.

Aku tidak pernah punya keberanian.

Meskipun aku menyayanginya.

Dan aku ingin selalu berada di dekatnya.

Tapi aku memilih untuk membisu.

Padahal ingin sekali kuungkapkan isi hatiku.

Dan hujan makin deras dan deras.

Bel akhir jam sekolah akhirnya berdering.

Dan dia berlalu tanpa peduli.

Dan kuputuskan untuk menunggu sekali lagi.

Semoga hujan akan turun esok hari.

2 pemikiran pada “Nyanyian Hujan

  1. Ping-balik: E-bike

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s