Jimmy Kudo
Image via Wikipedia

Kasus yang menurut saya betul-betul kasus kelas kakap itu…kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang sangat heboh beberapa waktu lalu. Saya tidak mengingat detail kasusnya, tetapi saya menandai poin-poin pentingnya yang masih terjangkau pemikiran anak SMA.

Kasus itu melibatkan aktor-aktor hebat di dalamnya, dan ‘pada akhirnya’ sang ketua KPK, Antasari Azhar-lah ‘pelakunya’. Kasus selesai.

Tapi siapapun pasti menyadari ada yang tidak beres dengan kasus itu. Setelah pemberitaan yang non-stop selama beberapa bulan menyoroti step by step penyelidikan polisi terkait kasus itu, kemudian terkesan Antasari ‘dikuburkan paksa’ ke dalam penjara. Ending yang tidak se-spektakuler cerita awalnya.

Sekarang, yang saya lihat-lihat sekilas di berita tv, kasus itu kembali dibuka karena masih adanya keganjilan soal jejak peluru di kaca mobil tempat Nasrudin dibunuh. Sebelumnya, katanya Nasrudin ditembak dari jarak dekat dengan pistol oleh tim eksekutor yang mengendarai sepeda motor di samping mobil korban. Namun pemeriksaan tim forensik menyebutkan bahwa jejak peluru itu menunjukkan bahwa peluru yang digunakan adalah peluru untuk senjata laras panjang dan ditembakkan dari jarak jauh.

Andaikan ada orang secerdas Shinichi Kudo di sini. Saya bermaksud meneleponnya dan menjelaskan rincian kasus ini padanya. Saya memberitahu Shinichi Kudo bahwa Nasrudin Zulkarnaen adalah direktur sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan alat-alat kesehatan, mengenal Antasari Azhar di lapangan golf, dan Rani Juliani, istri ketiganya, adalah motif kasus pembunuhan ini. Pendanaan pembunuhan terhadap Nasrudin ditanggung oleh direktur surat kabar Sigit Haryo Wibisono, dan dijalankan oleh beberapa eksekutor yang dipilih oleh Wiliardi Wizard.

Pada Shinichi Kudo saya juga mengatakan bahwa ada yang aneh dalam kasus itu, adanya ancaman melalui telepon genggam baik di pihak korban maupun Antasari Azhar, mengapa Rani Juliani malah menghilang begitu mendengar kabar bahwa suaminya meninggal, misteri jejak peluru yang menunjukkan bahwa Nasrudin ditembak oleh sniper, dan juga motif yang terlalu konyol dan terkesan dipaksakan.

Spontan Shinichi Kudo mendesah ketakutan, saya pun ikut takut. Saya pun bertanya padanya, mengapa tiba-tiba dia ketakutan begitu.

Dengan napas terputus-putus, dia berkata,

“Jangan-jangan….”

“Jangan-jangan….”

“KOMPLOTAN JUBAH HITAM!!!”

Satu pemikiran pada “Kasus Antasari Azhar versi Detective Conan

  1. Jangan-jangan… komplotan berjubah hitam itu nyata!
    dan Antasari Azhar adalah salah satu anggotanya, tapi karena dia ketahuan mau mengkhianati organisasi, dia pun dibunuh! Istrinya tahu itu, dan dia menghilang karena mencoba menghindar dari kelompok berjubah hitam itu. Tapi kemudian karena tak terdengar kabar lagi, kelompok berjubah hitam sudah membunuhnya!
    (abaikan deduksi ngawur ini -____-)

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s