Mimpi burukku. Ya, itulah yang setiap malam menghantuiku. Sekarang aku sudah kebal terhadap kebahagiaan, dengan rautku yang selalu murung. Baru tiga tahun ini aku tinggal dengan orang tua kandungku. Dari kecil aku diasuh oleh adik ayahku, Om Wilson, di kota lain. Aku sendiri tidak tahu apa alasan mereka membedakan perlakuan terhadapku dengan Danny, adik kembarku.

Aku Alex, dan ini mimpi burukku. Ternyata Danny tidak suka dengan kehadiranku di rumah ini. Di sekolah pun, dia selalu mencari-cari masalah denganku. Dan tampaknya aku tidak berdaya menghadapi perlakuannya yang sangat kasar. Senyum sinis senantiasa melekat di wajahnya tiap kali melihatku dicelakakan oleh teman-teman gengnya. Untung ada seorang gadis manis yang baik hati mau menolongku. Namanya Mariana, teman kecil Danny yang kini menentangnya.

Entah mengapa Danny tak pernah tentram jika belum melihatku celaka dalam sehari itu. Ada saja hal kecil yang bisa diubahnya menjadi perkara besar. Seperti pagi ini. Gara-gara aku hendak memakai warna kaus kaki yang sama dengannya, Danny langsung memarahiku dengan kata-kata kasar. Waktu itu ayah sedang dinas ke luar kota. Dan ketika berusaha melerai, Ibu lebih membelaku karena menurut Ibu, Danny-lah yang salah.

Danny buru-buru pergi ke dapur dan mengambil pisau yang kemudian diacungkannya tinggi-tinggi. “Oke, aku memang selalu salah. Kalau aku mati rumah ini pun pasti tenang kembali!” serunya. Kata ibu, Danny memang mengidap leukimia sejak kecil. Rasanya saat itu aku mulai paham mengapa sejak kecil kami dipisahkan.

Awalnya kupikir Danny hanya main-main dengan pisau itu. Tapi lama-lama didekatkannya mata pisau itu ke pergelangan tangannya. Tentu aku dan Ibu tak ingin dia berbuat gegabah. Aku dan Ibu berusaha menghentikannya, kucoba merebut pisau itu dari tangannya. Sayangnya, pada perebutan pisau itu, justru pergelangan tanganku yang terluka. Saat aku panik dengan darah yang terus-terusan mengalir dari luka itu, Danny hanya mencoba menahan tawanya dengan senyum puas.

Satu pemikiran pada “D

Kemari, kamu pasti ingin berkata sesuatu.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s