Expert Writing Class GWP Batch 3

i02yrfio

Jadi ceritanya akhir pekan kemarin aku ke Jakarta. Kalau bukan demi menghadiri Expert Writing Class yang diadakan oleh Gramedia, enggak mungkin Tarzan ini mau turun dari pohon lalu terbang ke kota besar.

Expert Writing Class ini sendiri diadakan sebagai acara penutupan ajang pencarian naskah Teenlit dan Young Adult melalui Gramedia Writing Project Batch 3. Puncaknya, pengumuman pemenang GWP3, dong. Hadiahnya besar banget, makanya enggak heran kalau pesertanya juga membludak. Empat ratusan naskah yang masuk! Dan dari empat ratusan naskah itu, hanya 73 naskah yang lolos seleksi untuk mengikuti Expert Writing Class tanggal 22 Juli kemarin di Jakarta Creative Hub.

Baca selengkapnya

[Review] Koe No Katachi

koe-no-katachi-560x320

English: A Silent Voice | Synonyms: The Shape of Voice, A Silent Voice: The Movie | Japanese: 聲の形 | Aired: Sep 17, 2016 | Producers: Shochiku, Pony Canyon, Kodansha, ABC Animation, Quaras | Studios: Kyoto Animation | Source: Manga | Genres: Drama, School, Shounen | Duration: 2 hr. 10 min. | Rating: PG-13 – Teens 13 or older

Sinopsis

Ishida Shouya menghabiskan setengah bulan belakangan ini dengan mencoba bunuh diri. Ia tidak bisa lagi menanggung rasa bersalah dan rasa sepi yang menderanya sejak sebuah peristiwa di masa SD.

Suatu hari di tahun terakhir SD-nya, seorang anak tunarungu pindah ke kelas Ishida Shouya. Ishida yang agresif dan blak-blakan risih dengan cara Nishimiya Shouko, anak baru itu, berkomunikasi dengan sekitarnya. Teman-teman sekelas Ishida yang lain juga merasa tidak nyaman dengan kehadiran Nishimiya, dan mulai mem-bully-nya.

Ketika suatu hari Ishida mencabut paksa alat bantu dengar milik Nishimiya hingga telinganya berdarah, sekolah menjadi gempar dan Ishida ditetapkan sebagai tersangka. Tak ada satu pun di antara teman-temannya yang mengaku telah merundung Nishimiya, membuat Ishida harus menanggung kesalahan mereka semua sendirian.

Dicap sebagai bully, Ishida menerima perlakuan yang sama persis seperti Nishimiya dan mulai menarik diri. Ia kemudian berhenti mendengarkan dan menatap wajah orang-orang dan menjadi penyendiri. Di sisi lain, ia juga belajar berbahasa isyarat, berharap bisa kembali bertemu dengan Nishimiya untuk menebus kesalahannya waktu kecil dulu.

Baca selengkapnya

Happy Birthday, Woman!

Ya, sekarang blog ini sudah menjadi wanita dewasa. Dia bukan lagi gadis remaja yang selalu mengejar waktu. Dia kini menjelma sebagai sang Waktu sendiri. 

*ditepok raket nyamuk*


Sebenarnya saya enggak sengaja buka wordpress hari ini karena ada pemberitahuan postingan baru dari situs yang saya ikuti di e-mail. Karena materi postingannya sedang membahas topik yang saya gandrungi belakangan ini, maka saya berencana menge-like dan mem-pingback. Tapi kemudian karena titik oranye pada ikon notifikasi lebih menggoda, akhirnya saya lupa postingan apa yang mau saya pingback tadi dan malah menulis postingan sampah ini, karena blog ini berulang tahun hari ini.
Tepatnya, ini ulang tahunnya yang keenam.

Enam tahun…

Waktu sudah berlalu sedemikian lama. Ketika membangun (?) blog ini, saya masih kelas sebelas dan lagi semangat-semangatnya di kelompok teater sekolah. Maka, saya membuat blog khusus untuk naskah-naskah drama sekolah dan dilengkapi daftar tautan ke situs-situs penyedia naskah drama remaja gratis lainnya. Saya juga kemudian menyelipkan beberapa cerpen yang saya tulis di bangku SMA ke blog itu, sebagai variasi dan filler blog supaya kelihatan lebih ramai isinya.

Namun, ternyata minat saya pada teater tidak bertahan lama. Saya, secara inkonsisten dan tak tahu malu malah memposting hal-hal absurd semacam prediksi akhir cerita Detektif Conan (postingan itu laris manis sampai saya tarik dari peredaran setelah terbukti prediksinya meleset jauuuuh). Saya juga memenuhi blog ini dengan postingan-postingan sampah lain yang sudah tidak ada bau-bau teaternya. Saya prihatin kalau mengingat kelabilan diri sendiri di masa lalu.

Setelahnya, blog ini berubah haluan lagi menjadi blog review buku amatiran, karena saya mulai menyukai novel-novel Indonesia dan berencana untuk stay update terhadap bacaan terbaru supaya blog ini tetap hidup. Tapi lagi-lagi saya melanggar komitmen sendiri tatkala saya mulai menulis review drama adaptasi Death Note.

Sampai di sini, isi blog saya sudah begitu beragam dan tidak fokus lagi. Tapi, saya pikir saya masih bisa merapikannya dengan menggolongkannya ke dalam empat kategori induk: naskah drama, fiksi, review, dan catatan bebas.

Akan tetapi, karena kalian sudah tahu sifat saya sekarang, isi blog ini bercampur lagi dan lagi. Semakin beragam dan random, dan saya bahkan tidak peduli lagi tentang konsistensi. Saya hanya menulis apa yang ingin saya tulis dan bisa saya selesaikan saat itu juga. Jika tulisan itu berhenti di tengah dan tidak saya lanjutkan lagi, saya akan dengan mantap menyimpan berkasnya jauh-jauh dari publik lalu melupakannya. 

Karena bagi saya, setiap awal harus memiliki akhir. Dan saya tahu tentang akhir bagi setiap tulisan yang tak terselesaikan: jangan pernah tampakkan.

Maka, jika blog ini terlihat begitu random bagi kalian, mungkin itu karena awalnya saya ingin mengembangkan sebuah sistem yang teratur (misalnya resensi buku setiap Jumat dan cerpen setiap Selasa) tetapi jiwa impulsif saya memporak-porandakannya dengan jaya seperti gempuran Sekutu atas Jerman di Normandia. Dan jika topik yang saya angkat pada setiap postingan terkesan dangkal dan tidak-ditulis-dengan-penuh-minat, itu juga karena jiwa impulsif saya yang begitu mudahnya bosan dan menyerah pada satu hal lalu melompat ke topik baru yang menarik hati untuk sesaat.

Jadi, sudah enam tahun blog ini mengudara. Ratusan pengunjung sudah singgah untuk melihat-lihat; ada yang numpang lewat lalu pergi tanpa permisi, ada pula yang memberikan umpan balik yang bernutrisi. Saya memahami, masih ada banyak PR untuk membenahi konten blog ini supaya lebih bermanfaat untuk para penduduk dunia maya lainnya, terutama anak-anak sekolah menengah atas (di mana jiwa saya masih tertinggal di sana).

Usia 6 tahun bukanlah usia muda lagi. Seorang anak sudah mulai mengenyam pendidikan di sekolah dasar, seekor kucing jantan yang merantau sudah pulang ke rumah, sebuah tunas sudah menjadi pohon, seorang mahasiswa sudah hampir di-DO, dan sebuah kota sudah berkembang pesat sejak terpilihnya walkot baru. Begitu pula seharusnya blog ini. Blogger-blogger lain yang memiliki opini kuat kerap berkomentar di postingan tertentu yang diisi dengan banyak imajinasi, yang membuat saya mau tak mau harus berubah menjadi lebih realistis. Ada juga usulan-usulan posting yang tidak pernah terpikir sebelumnya, yang mendorong kreativitas saya lebih jauh lagi (tapi sayangnya proyek kreatif itu tidak pernah selesai, haha). Saya sungguh berharap kehidupan dunia perbloggingan yang seperti ini tetap langgeng hingga peradaban manusia punah nanti (kok doanya seram).

Sekianlah dulu kata sambutan saya pada hari jadi Woman yang keenam ini. Sebenarnya saya ingin membuka sesi pertanyaan dan keluhan, tapi berhubung ini masih dalam suasana libur lebaran, saya ganti menjadi sesi maaf-maafan saja.

Pelayanmu yang patuh,

akaigita

[Cerpen] Jakarta Copenhagen

Ini bukan tipikal tempat yang gue senangi. Gue lebih suka ngebut melintasi Øresundbroen menuju Malmö daripada duduk-duduk bengong di Nyhavn.

Di sini, gue cuma bisa ngeliatin kano-kano yang tertambat diam di pinggir kanal serta deretan bangunan warna-warni yang bikin mata sakit. Plus, alih-alih kencan sama bule cantik, gue malah harus mengasuh salah satu keponakan kembar gue, entah Frank atau Luglini, yang tiba-tiba menyodorkan sebuah buku dan meminta gue membacakannya.

Sejauh yang tertulis di cover belakang, buku ini bercerita tentang tiga anak yang dibesarkan serigala.

Baca selengkapnya

[Cerpen] Rembulan dan Kota yang Kesepian

486361886

Pria yang memesan kopi hitam di sebelahku bernama Pierre.

“Bukan orang Prancis, sebenarnya,” dia menambahkan catatan kaki pada namanya, seolah-olah itu adalah merek detergen dengan formula khusus yang perlu penjelasan lebih lanjut.

Sesungguhnya, dia adalah manajer toko kerajinan keramik ini. Bisnisnya sudah dimulai sejak beberapa tahun silam, target pasarnya kala itu hanya sebatas pemilik-pemilik usaha konveksi, yang menyediakan jasa pembuatan suvenir pernikahan, syukuran, atau kampanye tokoh politik lokal. Sekarang, Pierre bilang, dia sudah mulai merambah ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Brunei.

“Kami mulai membubuhkan signature pada karya-karya kami,” ucapnya, dengan gerakan jemari sedemikian rupa saat meraih cangkir kopinya yang meyakinkanku bahwa ia tidak hanya pintar berjualan, tetapi juga berkarya dengan tangannya sendiri. “Kamu tahulah, seperti menambahkan motif tertentu atau warna tertentu.”

Aku sudah tiga tahun menjadi pelanggan toko keramik ini. Maksudku, aku sudah berkali-kali singgah di sini selama itu. Aku memperhatikan setiap desain produk terbaru yang dipamerkan Nice—temanku sekaligus pegawai toko ini. Aku menemukan apa yang disebut Pierre sebagai signature mereka; gagang mok dan cangkir yang bersimpul seolah-olah itu adalah tali atau pita, bukannya tanah liat yang mengeras. Sejujurnya, simpul-simpul sederhana itu membuat karya-karya pengrajin pemasok galeri ini menjadi manis dan feminin.

“Selain itu?” Pierre masih menyimakku. “Apalagi menurutmu nilai plus—atau minus—yang ada pada desain cangkir-cangkir kami?”

Kami. Sesungguhnya, penggunaan kata ganti itu membuatku iri dan berkecil hati. Di sini dia seperti menegaskan bahwa aku hanyalah orang luar; pengamat, dan bukan bagian dari tim kreatifnya. Oleh Nice, aku merasa diperlakukan lebih dari itu.

Makanya, aku tertawa.

“Aku bukan kritikus barang seni,” ucapku sopan. Sedapat-dapatnya aku tidak ingin menyelipkan nada sarkastis, karena bagaimanapun Pierre adalah pria yang sopan.

“Tapi setidaknya kamu spesial,” dia menunjuk mok berisi kopi susu di hadapanku. “Nice tidak menyuguhkan kopi kepada orang biasa. Dan siapa pun yang dianggapnya istimewa, istimewa juga bagiku.”

Baca selengkapnya

[Review] CRISIS: Special Security Squad

ogp

Information

Title: CRISIS | Also known as: CRISIS: Special Security Squad | Tagline: 公安機動捜査隊特捜班 / Kouan Kidou Sousatai Tokusou-han | Format: Renzoku | Genre: Action | Episodes: 10 | Broadcast network: Fuji TV / KTV | Broadcast period: 2017-Apr-11 to 2017-Jun-13 | Air time: Tuesday 21:00 | Theme song: I need your love by Beverly | Screenwriter: Kaneshiro Kazuki | Chief Producer: Kasaoki Takahiro | Producer: Hagiwara Takashi | Director: Suzuki Kosuke, Shiraki Keiichiro | Music: Sawano Hiroyuki, Kohta Yamamoto

Baca selengkapnya

[Review] Perfect Blue

perfect-1024English: Perfect Blue | Japanese: パーフェクト・ブルー | Aired: Feb 28, 1998 | Directed by: Kon Satoshi | Licensors: Manga Entertainment | Studios: Madhouse | Source: Novel | Genres: Dementia, Horror, Psychological, Drama | Duration: 1 hr. 20 min.

Baca selengkapnya

[Giveaway] Less Than A Minute Ago

chgiveaway


Obrolan kita yang mana yang layak dijadikan prolog autobiografiku?

Mike

Mike, pertama-tama, kamu gak bakal bisa nulis autobiografi. Pikirin aja gimana caranya melewati hari esok. Saranku, tetaplah bernapas. Kedua, aku ingat satu obrolan yang menarik, tapi nanti aku kirim lewat e-mail aja.
Kara • 8 menit yang lalu

Halo, dalam rangka menyambut hari jadi salah satu karakter fiksiku, aku mengadakan giveaway berhadiah SENANDIKA PRISMA karya Aditia Yudis (@adit_adit) dan THE BLACK CAT AND OTHER STORIES karya Edgar Allan Poe.

Berminat?

Dalam giveaway ini, aku menantangmu untuk menuliskan potongan yang hilang di dalam buku CHILDHOOD’S HOUR. Kutipan cerita di atas diambil dari bab pertama buku tersebut. Jika diamati, kamu akan mendapati aliran waktunya dimulai dari ‘8 menit yang lalu’. Nah, tugasmu (ya, itu tugasmu) adalah tulislah prolog atau epilog cerita ini dalam aliran waktu ‘kurang dari satu menit yang lalu’. Menarik, bukan?

Ini ketentuan lainnya:

  1. Panjang cerita maksimal 1000 kata & boleh berformat narasi maupun epistolari.
  2. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu karya.
  3. Cerita boleh diterbitkan di @storialco atau blog/platform menulis lainnya, jangan lupa sertakan tagar #GACH pada buku atau postingan blogmu.
  4. Mention aku di Twitter dengan format: #GACH [kalimat promosi] [judul tulisan] @akaigita @StorialCo [tautan tulisan].
  5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 25 Februari hingga 17 Maret 2017 pukul 22.00 WIB.
  6. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Jumat, 24 Maret 2017 di www.storial.co
  7. Terbuka untuk peserta yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

Untuk keterangan lebih lengkap klik di sini.

Selamat menulis, teman-teman! Oh ya, kalau ada yang kurang jelas, silakan tanya-tanya di kolom komentar atau mention @akaigita di Twitter ^^

Pelayanmu yang patuh,

@akaigita

[Review] Wolf Children

ookami_kodomo_no_ame_to_yuki_by_palo666-d6yyf38
Image source: DeviantArt

English: Wolf Children
Synonyms: The Wolf Children Ame and Yuki
Japanese: おおかみこどもの雨と雪 (Ookami Kodomo No Ame To Yuki)
Type: Movie
Aired: Jul 21, 2012
Producers: Madhouse, VAP, Dentsu, Yomiuri Telecasting Corporation, Kadokawa Shoten, Toho
Licensors: FUNimation Entertainment
Studios: Studio Chizu
Source: Original
Genres: Slice of Life, Fantasy
Duration: 1 hr. 57 min.
Rating: PG – Children
Baca selengkapnya