[Playlist] Childhood’s Hour

​Sampai tahun lalu (2015), aku selalu melengkapi ritual menulisku dengan playlist khusus. Playlist ini berbeda-beda untuk setiap proyek menulis, dan biasanya kubuat berdasarkan lagu apa yang sedang ‘in’ waktu itu, atau lagu dengan warna yang sesuai dengan mood cerita.

Untuk proyek menulis (ulang) cerita Kara dan Maik ini, karena waktunya bertepatan ketika Of Monsters And Men mengeluarkan album baru, maka playlist Childhood’s Hour didominasi lagu-lagu OMAM dari album “Beneath The Skin”. Berikut daftarnya.

Read more

How Did Denis Die?

Dang… kita review buku lain di Storial, yuk. Kali ini ke genre thriller kelas berat. Aku pilih bukunya Triskaidekaman yang berjudul Custodivi Absconditum, yang artinya “rahasia yang tersimpan”. Unik ya judulnya? Penulis dari kalangan medis satu ini memang punya ciri khas dalam menamai tulisan-tulisannya. Enggak jauh-jauh dari bahasa Latin.

Custodivi (kita sebut begitu saja biar ringkas) bercerita tentang seorang penerjemah freelance, Jasmine Murdaya, yang punya keahlian khusus menerjemahkan dokumen-dokumen medis. Pacarnya, Rafael, adalah seorang dokter. Kami menjulukinya Abang Mie Tek-tek, karena memang suka beliin Jasmine mie tek-tek (yang sini sendiri belum pernah makan, cuma dengar-dengar aja dari orang lain).

Suatu hari, Jasmine bergabung dengan sebuah biro penyedia jasa penerjemah dokumen medis yang diketuai oleh Petra Gibraltana. Tugas pertama Jasmine adalah menerjemahkan dokumen kematian seorang WNI yang tinggal di Kanada, Denis Wiryandaru, yang tewas secara tidak wajar.

Read more

[Resensi Buku] With Or Without You

Akhirnya… keturutan buat baca novel Kak Prisca Primasari. Udah dari lama penasaran, soalnya Prisca ini identik dengan Rusia, Perancis, dan hal-hal yang muram tapi manis. Walaupun lebih pengin baca yang Love Theft, tapi karena dapetnya yang ini duluan, enggak apa-apa deh. Bonus tanda tangan pula, hihihi.

Berat rasanya mengakhiri novel ini. Suka sekali dengan realm-nya. Comical dan crooky. Mungkin karena aku sendiri suka dengan style Tim Burton dan Edgar Allan Poe, jadi membaca cerita ini berasa lagi di atas awan. Penokohannya pun unik sekali, terutama buat si Flynn yang sudah nongol di novel Prisca terdahulu ya.

Read more

[Resensi Buku] We Were Liars

Yatta… beri aku selamat karena akhirnya bisa menamatkan novel ini. Berapa bulan berlalu sejak mulai baca ini, ya? Awalnya iseng-iseng je, enggak terlalu tertarik, cuma karena teman-teman yang lain lagi pada baca novel ini makanya sini pun ikutan baca.

But really, dari awal sudah suka dengan gaya berceritanya E. Lockhart ini. Narasinya tertuang dalam kalimat-kalimat pendek yang personal dan memikat. Gimana cara bilangnya, ya? Dia mengatakan sesuatu yang gamblang, biasa saja, tapi di saat bersamaan berhasil membangun atmosfer kental yang meyakinkan kita bahwa ada cerita berbeda dari yang ia sampaikan. She’s just lying. She hides something behind her back.

Read more

[Review] Your Name

77484l

English            : Your Name.
Japanese          : 君の名は (Kimi no Na wa)
Aired               : Aug 26, 2016
Producers        : Kadokawa Shoten, Toho Company, Lawson HMV Entertainment, Amuse, East Japan Marketing & Communications

Licensors         : FUNimation Entertainment

Studios            : CoMix Wave Films

Source             : Original
Genres             : Drama, Romance, School, Supernatural

Duration          : 1 hr. 46 min.

Rating             : PG-13 – Teens 13 or older

Read more

[Review] Orange

orange_282015_film29_posterJapanese: オレンジ-
Directed by: Kôjirô Hashimoto
Based on manga serial by: Ichigo Takano
Release Date: December 12, 2015
Starring: Tao Tsuchiya, Kento Yamazaki, Ryo Ryusei, Hirona Yamazaki, Dori Sakurada, Kurumi Shimizu

Hal pertama yang terucap saat film ini kelar:

KAMPRET, GW NANGIS KEJER.

Scene pertama yang nusuk banget itu pas Kakeru menerima tembakannya Ueda. Eh, rasanya enggak. Pokoknya hal-hal yang semula tak terucapkan oleh Naho itu bikin aku sakit. Cerita dikit tentang masa SMA-ku, itulah yang terjadi. Ketika pada akhirnya semuanya berpisah, it’s been too late to tell him about the feeling.

So, why the heck did the movie break my heart into pieces is… it is fucking related to my own life. My teenage life, particularly.

Read more

Her Name Is Tatyana

img-20161019-wa0000.jpg
cover by Aditia Yudis

Pernikahan bukanlah permainan catur.

Aku pernah janji mau mengulas buku “Potret” karya Aditia Yudis, salah satu serial terpopuler di situs storial.co. Lalu janji itu sempat terlupakan lantaran kesibukanku yang semakin menggila. Lalu teringat lagi setelah menyadari kesamaan situasiku sekarang dengan tokoh utama serial itu, Tatyana.

Ehem, mungkin kita bisa mulai dari plotnya. Potret bercerita tentang perjalanan Tatyana dan Saddam menuju hari pernikahan mereka. Selama itu, mereka menemui banyak rintangan dari (sebagian besar) saudara-saudara Saddam (dan ayah mereka). Semuanya berawal dari ucapan dingin Saddam saat makan mie di paviliun Tatyana: “Kita nikah, yuk.”

Read more

The Guy On The Train

Clotilde tahu bahwa melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan korset ketat itu sedikit menyesakkan. Menarik perhatian orang-orang juga. Tetapi, korset itu baru saja menyelamatkan hidupnya. Pada pertarungan melawan mafia lokal di Vladivostok, lebih jelasnya.

Jadi sebagai rasa terima kasih pada kain keras yang ditanami butiran berlian itu—Clotilde mengencangkan tali pengikat di punggungnya dengan bantuan cermin, lalu melapisinya dengan jaket kulit hitam yang tak kalah mencolok.

Aku terlahir sebagai pusat perhatian, batinnya. Ia meninggalkan kabinnya di gerbong kelas satu untuk bersosialisasi dengan penumpang lain. Ini penting karena perjalanan kembali ke Moskow akan memakan waktu seminggu lebih. Dari Moskow, ia berencana terbang langsung ke Lyon, markas besarnya, tetapi sebelumnya ia ingin menyegarkan pikiran dengan menikmati bentangan alam Siberia yang luas tak bertepi.

Tak banyak penumpang yang terlihat di gerbong-gerbong yang dilewatinya. Saat Clotilde memasuki lounge yang dipenuhi warna jingga semarak, hanya ada beberapa orang yang sudah duduk di dalamnya.

Mereka berasal dari daerah yang lebih jauh, pikir Clotilde sambil mencari sofa yang nyaman. Kota mana yang lebih jauh dari Vladivostok? Pyongyang?

Ia membayangkan bertemu orang Korea di gerbong ini. Namun ekspektasinya terlalu sederhana. Ia mendapati seorang pemuda dengan mantel abu-abu yang duduk di dekat jendela bersama setumpuk buku di sisinya. Clotilde memilih sofa di hadapan pemuda itu seperti insting alami. Pemuda itu mendongak dari buku yang dibacanya.

Read more

[Resensi Buku] Si Pagar Dan Cerita Lainnya

Tidak ada bukti memang, benda mati itu memiliki nyawa, namanya saja sudah benda mati, tentu saja tidak hidup seperti manusia. Tetapi, bagaimana kalau sebenarnya mereka memiliki perasaannya sendiri?

Berawal dari rintihan blog yang saban bulan enggak diisi dan banyaknya buku yang ngantri buat diulas, aku dan Chester sepakat untuk membuat ulasan buku “Si Pagar dan Cerita Lainnya” terlebih dahulu. Alasan pertama, buku ini adalah hasil karya teman-teman sesama penulis di situs storial.co. Alasan kedua, aku patut bangga karena mendapatkannya secara cuma-cuma (mental pemenang giveaway sejati, nih). Alasan ketiga, yah… Chester yang mau.

BTW Chester itu kacamataku. Dia senang membaca buku karya Shindy Farrahdiba dkk. ini karena menemukan teman-teman sesama benda mati yang kehidupannya unik-unik. Kehidupan Chester sendiri sangat datar karena pemiliknya sangat kalem dan pemalas. Jika bisa memilih kehidupannya sendiri, Chester pasti memilih menjadi kacamata milik seorang otaku yang kesehariannya menonton anime cewek-cewek moe atau bermain game online yang karakter heroine-nya warbiasa seksi.

Ehem, sekarang kita ke bukunya. Mulai dari mana, ya? Mungkin tema yang diangkat. Tentang benda mati. Jadi, cerpen-cerpen dalam buku ini kesemuanya mengambil sudut pandang dari benda-benda mati yang biasa mendampingi kehidupan manusia. Tema yang unik, ya? Cerita-cerita yang dihadirkan pun tak kalah unik. Ada sepuluh penulis storial.co yang kece-kece berkolaborasi di buku ini. Daripada penasaran mending kita bahas satu per satu cerpennya, oke?

Read more